SMARTNEWS.ID – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Lampung (Unila) di tingkat nasional. Ni Nyoman Aprilia Widyasari, mahasiswi Program Studi S-1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) angkatan 2025, berhasil meraih predikat Juara Favorit pada Lomba Baca Puisi Nasional yang digelar Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma Universitas Negeri Yogyakarta (KMHD UNY) dalam rangkaian kegiatan Ksatria UNY 2026.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa Unila tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu bersaing dan menunjukkan kreativitas di bidang seni dan budaya.
Aprilia mengaku mengikuti kompetisi tersebut sebagai upaya mengembangkan minatnya di dunia sastra sekaligus menguji kemampuan di ajang yang diikuti peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Informasi lomba yang diperoleh melalui UKM Hindu Unila menjadi awal langkahnya untuk berpartisipasi dalam kompetisi bergengsi tersebut.
Dalam proses persiapan, Aprilia melakukan berbagai latihan untuk memperkuat teknik vokal, penghayatan, hingga ekspresi saat membawakan puisi. Ia juga mempelajari karakter karya yang dibacakan agar pesan yang terkandung dalam puisi dapat tersampaikan secara maksimal kepada penonton dan dewan juri.
Menurutnya, tantangan terbesar bukan sekadar menghafal atau membaca teks, melainkan menghadirkan emosi yang sesuai dengan isi puisi.
“Saya harus memahami setiap makna yang terkandung dalam puisi agar bisa menyampaikan perasaan yang ingin disampaikan penulis kepada audiens,” ujarnya, Rabu, 17 Juni 2026.
Upaya tersebut membuahkan hasil ketika namanya diumumkan sebagai penerima penghargaan Juara Favorit. Penghargaan itu menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang seni sastra.
Aprilia mengungkapkan rasa syukur atas capaian yang diraih dan mengaku bangga dapat membawa nama Universitas Lampung dalam ajang nasional.
Selain aktif sebagai mahasiswa, Aprilia juga dikenal aktif dalam berbagai kegiatan organisasi kemahasiswaan, di antaranya UKM Hindu Unila dan PIK-R Raya Unila. Pengalaman berorganisasi tersebut dinilai turut membentuk kepercayaan diri dan kemampuan berkomunikasinya.
Ia berharap prestasi yang diraih dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk berani menunjukkan potensi yang dimiliki. Menurutnya, setiap kesempatan yang datang layak dicoba karena dapat menjadi jalan untuk mengembangkan diri dan meraih pengalaman baru.
“Prestasi tidak datang secara instan. Yang terpenting adalah berani memulai, terus belajar, dan konsisten menjalani proses,” katanya.
Keberhasilan Aprilia menambah daftar capaian mahasiswa Unila di tingkat nasional sekaligus memperkuat citra kampus sebagai ruang pengembangan talenta mahasiswa di berbagai bidang, termasuk seni dan budaya. (***)