SMARTNEWS.ID – Program Kampung Prancis (Village Français) di Kota Metro terus memberikan dampak positif bagi masyarakat. Selain menjadi wadah pembelajaran bahasa Prancis, program ini juga mendorong peningkatan kepercayaan diri warga dalam berkomunikasi dengan warga negara asing sekaligus memperluas wawasan mengenai budaya internasional.
Koordinator Kampung Prancis sekaligus penyedia sekretariat, Dra. Sainah Asriyani, M.Pd., mengatakan keberadaan komunitas tersebut telah membawa perubahan nyata bagi masyarakat yang terlibat dalam berbagai kegiatan pembelajaran.
Menurutnya, Kampung Prancis tidak hanya mengajarkan kemampuan berbahasa, tetapi juga memperkenalkan nilai-nilai budaya melalui metode belajar yang interaktif. Peserta diajak mempraktikkan percakapan, mengenal tradisi Prancis, hingga mengikuti kegiatan kebudayaan yang melibatkan penutur asli.
“Belajar bahasa tidak hanya soal berbicara, tetapi juga memahami budaya dan cara berpikir masyarakat dari negara tersebut. Hal itu membuat peserta memiliki wawasan yang lebih luas,” ujar Sainah.
Ia menuturkan, keterlibatannya dalam Kampung Prancis berawal dari pertemuannya dengan rombongan Village Français saat mengunjungi Blok Kaledonia, Desa Totokaton, pada 2022. Sejak saat itu, ia aktif mendukung berbagai program karena melihat besarnya manfaat yang dirasakan masyarakat.
Sainah menjelaskan, kehadiran pengajar asal Prancis menjadi salah satu daya tarik dalam proses pembelajaran. Interaksi secara langsung membuat peserta lebih berani menggunakan bahasa asing dan menghilangkan rasa canggung saat berkomunikasi dengan orang dari negara lain.
Selain pembelajaran bahasa, Kampung Prancis juga menggelar berbagai kegiatan lintas budaya, salah satunya International Community Service (ISC) yang melibatkan mahasiswa dari Indonesia, Prancis, Madagaskar, dan Mesir. Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi masyarakat untuk memahami keberagaman melalui kolaborasi dan pertukaran budaya.
Antusiasme masyarakat terhadap program ini terus meningkat. Warga memanfaatkan kesempatan belajar bahasa dan budaya Prancis secara gratis sebagai bekal untuk memperluas pengetahuan serta meningkatkan kemampuan berkomunikasi di tingkat internasional.
Melalui berbagai program yang dijalankan, Kampung Prancis diharapkan terus menjadi ruang belajar yang inklusif bagi masyarakat serta memperkuat hubungan lintas budaya melalui pendidikan bahasa asing. (***)