SMARTNEWS.ID – Jejak sejarah kolonial yang membentuk wajah Kota Bandar Lampung kembali dihidupkan melalui kegiatan Historical Riding Tour Telokbetong yang digelar Komunitas Pegiat Sejarah Metro Heritage bersama Metro Walking Tour, Sabtu, 11 Juli 2026.
Kegiatan tersebut mengajak peserta menyusuri koridor-koridor bersejarah di kawasan Telukbetung sambil mengenal perjalanan kota yang pernah menjadi ibu kota Karesidenan Lampung pada masa Hindia Belanda.
Mengangkat tema sejarah kolonial, tur edukatif ini membawa peserta menelusuri berbagai titik penting yang menjadi saksi perkembangan Telukbetung sejak ditetapkan sebagai pusat pemerintahan Karesidenan Lampung pada 1829 hingga pemindahan ibu kota ke Tanjungkarang pada 30 Juni 1914.
Selama perjalanan, peserta diajak memahami berbagai sisi kehidupan kota pada masa kolonial, mulai dari jejak kedatangan VOC di Bumi Lada, berkembangnya permukiman masyarakat Eropa, budaya Indis, kawasan perdagangan etnis Tionghoa, hingga kebijakan segregasi permukiman yang membentuk wajah Telukbetung pada masa itu.
Salah satu peserta, I Nyoman Tri Dharma Astika dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung, menilai kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran sejarah yang efektif karena menghadirkan pengalaman langsung di lokasi-lokasi bersejarah.
“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, terhadap sejarah kotanya sendiri. Belajar sejarah tidak hanya melalui buku, tetapi juga dengan mengunjungi langsung ruang-ruang kota yang menjadi saksi perjalanan Bandar Lampung,” ujarnya di sela kegiata.
Menurut Nyoman, pendekatan wisata sejarah mampu membangun rasa memiliki terhadap warisan budaya sekaligus mendorong kepedulian masyarakat dalam menjaga aset-aset bersejarah yang masih tersisa di Kota Bandar Lampung.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan melalui kolaborasi antara komunitas sejarah, pemerintah, akademisi, hingga lembaga pelestarian budaya sehingga semakin banyak masyarakat yang mengenal identitas sejarah Bandar Lampung.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah maupun komunitas untuk menghadirkan pembelajaran sejarah yang lebih kontekstual dan menarik. Dengan begitu, sejarah tidak hanya dikenang, tetapi juga menjadi bagian dari karakter dan jati diri masyarakat,” katanya.
Mengusung semangat “Belajar, Bergerak, Melestarikan”, Historical Riding Tour Telokbetong dikemas sebagai probation trip dengan jumlah peserta terbatas. Kegiatan ini juga diikuti perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Provinsi Lampung, Yusri, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian sejarah dan budaya di Kota Bandar Lampung.
Melalui kegiatan tersebut, lembaran sejarah yang selama ini tersimpan dalam arsip dihadirkan kembali di ruang-ruang kota, sehingga masyarakat dapat melihat secara langsung jejak perkembangan Telukbetung sebagai cikal bakal Bandar Lampung modern. (***)