UIN Raden Intan Lampung

Sesditjen Pendis Kemenag Dorong UIN RIL Percepat Transformasi

Menuju Indonesia Emas 2045


SMARTNEWS.ID – Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL) didorong mempercepat transformasi kelembagaan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai bagian dari strategi mewujudkan Indonesia Emas 2045. Penguatan mutu pendidikan tinggi, riset, hingga penguasaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menjadi fokus utama pengembangan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) ke depan.

Hal itu disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI (Sesditjen Pendis Kemenag RI), Prof. Dr. M. Arskal Salim GP, M.Ag, saat memberikan pengarahan di Ruang Teater Gedung Academic and Research Center UIN Raden Intan Lampung, Sabtu, 25 Juli 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Rektor UIN RIL Prof. H. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D, jajaran pimpinan universitas, dekan, kepala lembaga, kepala UPT, ketua program studi, hingga para koordinator di lingkungan kampus.

Dalam paparannya, Prof. Arskal mengapresiasi perkembangan UIN Raden Intan Lampung sejak bertransformasi dari IAIN menjadi UIN pada 2017. Menurutnya, kemajuan tersebut harus terus diperkuat agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Ia menjelaskan, pengembangan PTKI hingga 2045 akan dilakukan melalui empat tahapan, yakni fase konsolidasi, akselerasi, globalisasi, dan mercusuar.

Menurutnya, dua fase awal menjadi fondasi utama untuk menciptakan perguruan tinggi Islam yang unggul.

“Kita perlu memperkuat fase konsolidasi dan fase akselerasi. Jika fondasinya kuat, maka tahapan berikutnya akan lebih mudah dicapai,” ujar Prof. Arskal.

Pada fase konsolidasi 2025–2027, PTKI diarahkan memperkuat kualitas dasar melalui redesain kurikulum berbasis profil lulusan, peningkatan akreditasi, penguatan kompetensi dosen, pengembangan ma’had, serta literasi digital.

Sementara fase akselerasi 2027–2030 akan difokuskan pada penguatan riset, publikasi ilmiah, kemitraan dengan dunia industri, program fast track, hingga pengembangan program studi yang sesuai dengan kebutuhan zaman.

Prof. Arskal menegaskan, transformasi PTKI juga harus ditopang lima pilar utama, yaitu transformasi kurikulum, peningkatan mutu dan akreditasi, riset dan inovasi, internasionalisasi, serta penguatan karakter.

Ia juga mengingatkan bahwa perguruan tinggi Islam masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari pemerataan kualitas dosen, relevansi kurikulum terhadap kebutuhan industri, disrupsi teknologi digital, hingga tantangan krisis moral.

Karena itu, ia mendorong seluruh dosen untuk terus meningkatkan kompetensi, termasuk menguasai teknologi AI sebagai bagian dari transformasi pembelajaran di era digital.

“Di era digital saat ini, kita harus mampu mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki, termasuk memanfaatkan teknologi AI untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” katanya.

Sementara itu, Rektor UIN Raden Intan Lampung Prof. H. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D, menyambut baik arahan yang diberikan Kementerian Agama sebagai bekal mempercepat pengembangan kampus.

Dalam kesempatan itu, Rektor juga memaparkan progres pendirian Fakultas Kedokteran UIN RIL yang kini telah memasuki tahap akhir persiapan.

“Kami sedang berada di tahap penghujung perjuangan mempersiapkan Fakultas Kedokteran. Mudah-mudahan dalam waktu dekat dapat segera dilakukan visitasi oleh Kemendiktisaintek,” ujarnya.

Selain itu, Rektor berharap dukungan Kementerian Agama terhadap peningkatan mutu layanan pendidikan tinggi, termasuk optimalisasi pemanfaatan tanah hibah dari Pemerintah Provinsi Lampung yang telah bersertifikat dan tercatat sebagai Barang Milik Negara (BMN).

Menurutnya, dukungan tersebut akan menjadi modal penting bagi UIN RIL dalam memperluas layanan pendidikan dan mempercepat transformasi kampus menuju perguruan tinggi Islam berkelas dunia. (***)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close