Perguruan Tinggi

Dies Natalis ke-24, FK Unila Didorong Perkuat Pendidikan dan Kontribusi Kesehatan Masyarakat


SMARTNEWS.ID – Memasuki usia ke-24, Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (FK Unila) didorong semakin memperkuat perannya dalam mencetak sumber daya manusia kesehatan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesehatan masyarakat.

Penguatan pendidikan, penelitian, sumber daya manusia, serta pengembangan fasilitas kesehatan dan akademik menjadi bagian penting dalam perjalanan FK Unila menuju institusi pendidikan kedokteran yang semakin kompetitif di tingkat nasional maupun global.

Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unila, Prof. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A., saat membuka Dies Natalis ke-24 FK Unila di pelataran Embung Fakultas Kedokteran, Jumat, 11 September 2026.

Prof. Ayi mengatakan, dies natalis bukan sekadar kegiatan memperingati bertambahnya usia institusi, tetapi menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan sekaligus mengevaluasi kontribusi FK Unila dalam pendidikan kedokteran.

“Peringatan dies ini merupakan momentum penting untuk merefleksikan perjalanan panjang FK dalam mencetak tenaga kesehatan yang unggul dan berdedikasi tinggi,” ujarnya.

Menurutnya, selama 24 tahun FK Unila telah memberikan kontribusi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Perjalanan tersebut menjadi modal untuk terus meningkatkan kualitas dan daya saing fakultas.

Prof. Ayi juga mengapresiasi berbagai perkembangan yang telah dicapai FK Unila. Ia optimistis semangat kebersamaan dan inovasi dapat mendorong FK Unila berkembang menjadi institusi pendidikan kedokteran yang semakin diperhitungkan.

“Dengan semangat kebersamaan dan inovasi, saya yakin FK akan terus berkembang menjadi institusi yang berdaya saing tinggi, baik di tingkat nasional maupun global,” katanya.

Hingga 2026, FK Unila telah melahirkan sekitar 2.200 alumni yang berkiprah di bidang kesehatan. Jumlah tersebut menunjukkan kontribusi FK Unila dalam memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di tengah tuntutan peningkatan kualitas layanan kesehatan.

Perjalanan FK Unila selama 24 tahun juga ditandai dengan berbagai pengembangan akademik dan kelembagaan, mulai dari penerapan kurikulum berbasis kompetensi, peningkatan capaian lulusan dan akreditasi, hingga pengembangan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan program studi di bidang kesehatan lainnya.

Dekan FK Unila, Dr. dr. Evi Kurniawati, M.Sc., mengatakan usia 24 tahun merupakan fase produktif bagi sebuah institusi pendidikan.

Karena itu, FK Unila akan terus mendorong lahirnya karya dan inovasi untuk meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memperkuat posisi fakultas di tengah persaingan pendidikan kedokteran nasional.

“Genap 24 tahun kita sudah memasuki usia yang sangat produktif. Mari kita berbuat banyak untuk fakultas kita,” ujar Evi.

Ia mengatakan pengembangan FK Unila kini tidak lagi hanya berorientasi pada pendidikan dokter. Ekspansi bidang kesehatan dilakukan melalui pengembangan Program Studi Gizi dan Farmasi, pendidikan dokter spesialis, serta penguatan fasilitas pendukung.

FK Unila saat ini juga memiliki dukungan fasilitas berupa Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) dan Integrated Research Center (IRC) yang diharapkan semakin memperkuat ekosistem pendidikan, penelitian, dan pengembangan kesehatan.

Sementara itu, perwakilan RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung, Dr. Elitha Martharina Utari, MARS, menilai sinergi antara FK Unila dan rumah sakit pendidikan memiliki posisi penting dalam menyiapkan tenaga kesehatan yang berkualitas.

Menurutnya, hubungan FK Unila dengan RSUD Dr. H. Abdul Moeloek telah berlangsung sejak perkembangan awal pendidikan kedokteran di Lampung. Peserta kepaniteraan klinik FK Unila mulai menjalani pendidikan klinis di rumah sakit tersebut sejak 2006.

Ia berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan rumah sakit terus diperkuat sehingga Lampung mampu menjadi salah satu daerah penghasil tenaga kesehatan berkualitas.

“Baik FK maupun pimpinan Rektorat dan Rumah Sakit Abdul Moeloek mempunyai keinginan dan harapan yang sama, bagaimana menjadikan Lampung sebagai lumbung hadirnya tenaga kesehatan yang bermutu dan berkualitas,” katanya.

Menurut Elitha, pengembangan program pendidikan kesehatan di FK Unila perlu terus mendapat dukungan. Dengan semakin beragamnya bidang pendidikan kesehatan yang dikembangkan, FK Unila diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya berkiprah di Lampung, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional. (***)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close