Pemprov LampungRSUD Abdul Moeloek

Gubernur Mirza Pinta Pelayanan RS Abdul Moeloek Harus Humanis


SMARTNEWS.ID – Pemerintah Provinsi Lampung mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana. Dua hal tersebut menjadi perhatian Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam upacara bulanan di Lapangan Korpri, Bandar Lampung, Kamis, 17 September 2026.

Arahan Gubernur disampaikan melalui sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Administrasi Umum Provinsi Lampung, Sulpakar. Dalam sambutannya, Mirza secara khusus meminta RSUD Dr. H. Abdul Moeloek sebagai rumah sakit rujukan milik Pemprov Lampung terus meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, pelayanan rumah sakit tidak cukup hanya mengedepankan aspek medis. Pasien juga harus mendapatkan rasa aman, nyaman, serta pelayanan yang manusiawi.

“Rumah sakit adalah lembaga kesehatan dan pelayanan publik yang wajib memberikan layanan berkualitas, adil, mudah diakses, aman, serta sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Gubernur.

Semangat tersebut, lanjutnya, harus diwujudkan melalui filosofi pelayanan PUAKHI, yakni Profesional, Unggul, Adil, Kompeten, Harmonis, dan Ikhlas.

Filosofi itu diminta tidak berhenti sebagai slogan, tetapi diterapkan dalam perilaku seluruh jajaran rumah sakit dengan menempatkan pasien sebagai saudara dan keluarga.

Untuk memperkuat pelayanan, Gubernur menekankan empat hal kepada jajaran RSUD Dr. H. Abdul Moeloek. Pertama, meningkatkan kedisiplinan dan profesionalisme. Kedua, membangun komunikasi yang baik antara petugas dan pasien maupun antarunit kerja.

Ketiga, memastikan pelayanan berlangsung cepat dan tepat dengan keselamatan pasien sebagai prioritas. Keempat, memperkuat etika, keramahan, serta empati dalam setiap interaksi dengan masyarakat.

“Seluruh jajaran RSUD Dr. H. Abdul Moeloek dan ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung harus terus menjaga integritas, meningkatkan kompetensi, memperkuat kerja sama, dan melayani masyarakat dengan hati,” tegasnya.

Selain pelayanan kesehatan, Gubernur juga meminta seluruh jajaran Pemprov Lampung meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

Perhatian tersebut berkaitan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang meningkat pada awal September 2026 dan sempat menyebabkan abu vulkanik dirasakan di Bandar Lampung serta sejumlah wilayah lainnya. Pemprov Lampung sebelumnya juga memperkuat mitigasi dan pemantauan GAK yang berstatus Level III atau Siaga.

Mirza mengingatkan bahwa Lampung memiliki berbagai potensi risiko bencana. Selain aktivitas vulkanik, perubahan iklim, kemarau panjang, dan fenomena El Nino perlu diantisipasi karena dapat memengaruhi ketersediaan air, pertanian, ketahanan pangan, hingga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Karena itu, pemerintah daerah diminta melakukan langkah antisipasi sejak dini, terutama dengan menjaga ketersediaan air serta memetakan wilayah yang rawan kekeringan.

Pencegahan kebakaran hutan dan lahan juga perlu diperkuat melalui koordinasi lintas sektor dan peningkatan kewaspadaan di lapangan.

“Kesiapsiagaan tidak boleh menunggu bencana datang. Kita harus bergerak lebih awal, memperkuat koordinasi, dan memastikan masyarakat memahami langkah-langkah yang harus diambil,” ujarnya.

Gubernur mengajak seluruh perangkat daerah dan masyarakat memperkuat kepedulian terhadap lingkungan serta membangun ketangguhan menghadapi berbagai potensi bencana.

Ia juga mengingatkan pentingnya semangat gotong royong dalam menjalankan pemerintahan dan pelayanan publik. Peningkatan kualitas pelayanan, kesiapsiagaan bencana, dan kepedulian lingkungan disebut sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan visi “Lampung Maju Menuju Indonesia Emas.” (***)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close