SMARTNEWS.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung mulai menguji pola baru peningkatan kualitas pembelajaran. Guru tidak lagi hanya mengembangkan kemampuan di sekolah masing-masing, tetapi akan bergeser ke sekolah lain untuk mengajar bersama dan bertukar praktik.
Skema itu dijalankan melalui program Double Teaching yang pada tahap awal melibatkan lebih dari 200 guru di 17 SMA Negeri di Kota Bandar Lampung.
Program ini menempatkan kolaborasi antarguru sebagai strategi untuk memperbaiki proses belajar di kelas. Guru dari satu sekolah akan mengajar bersama guru sekolah lain selama satu bulan, sebelum dilakukan rotasi ke sekolah berikutnya.
Kepala Disdikbud Provinsi Lampung Thomas Amirico, S.STP., M.H, mengatakan pola tersebut dirancang untuk membuka ruang bagi guru mendapatkan pengalaman baru sekaligus mempelajari metode pembelajaran dari lingkungan yang berbeda.
“Tujuannya supaya guru mendapatkan suasana baru. Kita geser selama satu bulan untuk melakukan pengajaran di sekolah lain bersama dengan guru internal sekolah tersebut,” kata Thomas saat meluncurkan program Double Teaching, di aula dinas setempat, Kamis, 24 September 2026.
Menurutnya, guru yang datang ke sekolah lain bukan sekadar mengisi kegiatan mengajar. Mereka diharapkan berbagi pengalaman, metode dan best practice yang selama ini diterapkan di sekolah masing-masing.
Dengan cara tersebut, satu sekolah dapat memperoleh pengalaman dari sekolah lain tanpa harus menunggu program pelatihan formal.
“Ngajarnya bareng-bareng untuk berbagi ilmu, berbagi best practice supaya nanti saling melengkapi, saling support,” ujarnya.
Ia mengatakan, target akhir program bukan sekadar pertukaran guru. Disdikbud Lampung ingin perubahan tersebut terasa langsung dalam proses pembelajaran yang diterima siswa.
“Saya berharap kolaborasi guru dapat membuat pembelajaran lebih aktif dan mendorong lahirnya metode yang lebih sesuai dengan kebutuhan siswa saat ini,” ujar dia.
Tahap perdana Double Teaching, katanya, dimulai di 17 SMA Negeri Bandar Lampung. Setelah itu, program direncanakan diperluas ke kabupaten/ kota lain pada bulan berikutnya.
“Untuk sementara, program difokuskan pada tiga mata pelajaran yang memiliki peran penting dalam kemampuan dasar siswa, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Matematika,” katanya.
Khusus Matematika, pihaknya juga menggandeng Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) untuk memperkuat pendampingan guru.
Tim dosen tengah disiapkan untuk masuk ke sekolah dan membantu guru mengembangkan cara mengajar Matematika yang lebih mudah dipahami siswa.
“Bagaimana mengajar matematika dengan mudah. Itu nanti akan kami hadirkan juga di sekolah-sekolah yang ada di Kota Bandar Lampung supaya matematika kita ke depan makin baik,” katanya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Lampung Prof. Syafrimen menilai pola tersebut dapat membuka ruang bagi sekolah untuk saling belajar.
Menurutnya, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum dan fasilitas, tetapi juga kemampuan guru mengembangkan pembelajaran sesuai kebutuhan siswa.
“Model berbagi kompetensi antarguru sebenarnya telah diterapkan di sejumlah negara melalui konsep Teachers Expert Sharing dan Teachers Expert Model,” katanya.
Dalam pola tersebut, guru yang memiliki pengalaman atau kompetensi tertentu tidak hanya menyimpan praktik baik di sekolah asal, tetapi membagikannya kepada guru di sekolah lain.
“Ini sebuah inovasi dan keberanian yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Lampung untuk memastikan bahwa pendidikan kita menjawab tantangan hari ini,” ujar Syafrimen. (***)