SMARTNEWS.ID – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meminta Wakil Bupati Way Kanan M. Galang Putra Rahman segera memperkuat koordinasi dengan Bupati Ayu Asalasiyah setelah resmi dilantik. Kekompakan keduanya dinilai penting untuk memastikan pemerintahan berjalan efektif dan program pembangunan tidak terhambat persoalan internal kepemimpinan.
Pesan tersebut disampaikan Gubernur Mirza saat melantik M. Galang Putra Rahman sebagai Wakil Bupati Way Kanan sisa masa jabatan 2025–2030 di Balai Keratun, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Jumat, 30 Oktober 2026.
Mirza menegaskan, bupati dan wakil bupati merupakan satu kesatuan kepemimpinan yang harus memiliki komunikasi, pembagian tugas, dan komitmen yang sejalan dalam menjalankan pemerintahan.
“Bupati dan wakil bupati adalah satu kesatuan kepemimpinan. Jaga keharmonisan, bangun komunikasi yang baik, sepakati pembagian tugas yang jelas sejak awal sesuai peraturan perundang-undangan,” ujarnya.
Pelantikan Galang sekaligus mengakhiri kekosongan jabatan Wakil Bupati Way Kanan sejak Ayu Asalasiyah dilantik menjadi bupati pada 10 Juni 2025. Pengisian jabatan tersebut dilakukan melalui pemilihan oleh DPRD Way Kanan pada 17 September 2026 dan telah ditetapkan melalui keputusan Menteri Dalam Negeri.
Selain meminta soliditas kepemimpinan, Mirza juga mengingatkan agar pemerintahan Way Kanan memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung. Sinkronisasi program pembangunan kabupaten dengan arah kebijakan provinsi dinilai penting agar pelaksanaan pembangunan lebih terukur dan saling mendukung.
Ia menyoroti tiga fokus pembangunan yang harus diperhatikan, yakni pertumbuhan ekonomi inklusif, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kehidupan masyarakat yang beradab, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Kepada Galang, Gubernur juga memberikan tiga pesan khusus dalam menjalankan tugas. Pertama, membantu bupati membina aparatur sipil negara (ASN) dengan menjaga sistem merit, netralitas, dan disiplin. Kedua, menjaga integritas serta menghindari korupsi dan penyalahgunaan wewenang. Ketiga, aktif turun ke lapangan untuk mendengarkan aspirasi masyarakat hingga tingkat kampung.
“Turun ke lapangan. Dengarkan aspirasi masyarakat sampai ke tingkatan kampung,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Mirza turut meminta Pemkab Way Kanan mengoptimalkan potensi pertanian dan perkebunan sebagai penggerak ekonomi daerah.
Menurutnya, peningkatan produksi komoditas belum cukup apabila hasil pertanian hanya dijual dalam bentuk bahan mentah. Pemerintah daerah perlu mendorong industri pengolahan agar nilai tambah ekonomi dapat dinikmati masyarakat, khususnya petani.
Ia juga mendorong optimalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) untuk membantu distribusi kebutuhan pokok, menjaga stabilitas harga, sekaligus menampung hasil pertanian masyarakat.
Upaya tersebut diharapkan berjalan seiring dengan program Desa Ku Maju yang disinergikan dengan prioritas pembangunan nasional.
“Nilai tambah harus tinggal di desa, kesejahteraan karena komoditas harus dirasakan langsung oleh petani,” kata Mirza.
Selain itu, Gubernur meminta Pemkab Way Kanan mendukung pelaksanaan program prioritas nasional, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan memastikan kualitas makanan, standar operasional, dan pengawasan berjalan baik.
Pada kegiatan yang sama, dilakukan pelantikan Sasa Chalim Nur Syajarotuddur sebagai Ketua TP PKK, Ketua Tim Pembina Posyandu, dan Ketua Dekranasda Kabupaten Way Kanan oleh Purnama Wulansari Mirza.
Mirza berharap ketiga organisasi tersebut turut memperkuat pemberdayaan keluarga, pelayanan kesehatan masyarakat, serta pengembangan kerajinan lokal. (***)