SMARTNEWS.ID – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) berkomitmen mendorong pendidikan bermutu untuk semua pada peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026. Rektor UIN Prof. H. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D, mengajak seluruh sivitas akademika memperkuat kolaborasi demi mewujudkan Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat.
Ajakan tersebut disampaikannya saat membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dalam upacara Hardiknas yang digelar di halaman Gedung Academic & Research Center kampus setempat, Sabtu, 2 Mei 2026. Upacara berlangsung khidmat dengan peserta dari jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, hingga tenaga keamanan yang mengenakan pakaian adat.
Dalam pidatonya, Wan Jamaluddin mengingatkan bahwa peningkatan mutu pendidikan menjadi agenda strategis nasional. Salah satu langkah konkret yang kini didorong pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah adalah penerapan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) sebagai program prioritas.
Menurutnya, pendekatan ini bukan sekadar metode belajar, tetapi upaya membangun kualitas pemahaman yang lebih utuh dan bermakna di ruang kelas. Hal itu sejalan dengan adagium yang disampaikan dalam pidato, bahwa kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan yang dimulai dari proses pembelajaran.
“Jika hendak memajukan bangsa, perbaiki pendidikan. Jika hendak memperbaiki pendidikan, perbaikilah mulai dari dalam kelas,” kutipnya.
Ia menjelaskan, dalam 18 bulan terakhir pemerintah telah meletakkan fondasi pendidikan bermutu melalui berbagai regulasi serta penguatan ekosistem pendidikan yang melibatkan empat pusat utama, yakni sekolah, keluarga, masyarakat, dan media. Meski demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut tidak dapat dicapai tanpa dukungan luas dari berbagai pihak, termasuk masyarakat dan dunia usaha.
Lebih jauh, Rektor menyoroti tiga faktor kunci yang menentukan keberhasilan kebijakan pendidikan, yakni pola pikir (mindset) yang maju, mental yang kuat, serta misi yang lurus. Tanpa ketiganya, menurut dia, berbagai program hanya akan berhenti sebagai formalitas administratif tanpa dampak nyata.
Selain itu, ia menegaskan bahwa pendidikan pada hakikatnya merupakan proses membentuk manusia seutuhnya. Pendidikan tidak hanya berorientasi pada kecerdasan akademik, tetapi juga mencakup pembentukan karakter, spiritualitas, keterampilan, serta tanggung jawab sosial.
Ia juga mengaitkan arah pembangunan pendidikan dengan visi pemerintahan Prabowo Subianto melalui Asta Cita, yang menempatkan penguatan sumber daya manusia sebagai kunci menuju Indonesia yang maju, makmur, dan bermartabat.
Upacara peringatan Hardiknas tersebut menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen seluruh sivitas akademika UIN Raden Intan Lampung untuk terus berinovasi, berkolaborasi, dan berkontribusi dalam membangun sistem pendidikan yang inklusif dan berkualitas.
Melalui semangat itu, UIN RIL berkomitmen perannya sebagai bagian dari ekosistem pendidikan nasional dalam mencetak generasi unggul yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan berdaya saing di masa depan. (***)