Pemprov Lampung

Kadisdikbud Lampung: Bahasa Lampung Makin Terdesak, Minta Ruang Budaya Diperkuat


SMARTNEWS.ID – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung Thomas Amirico, S.STP., M.H, menyoroti tantangan pelestarian bahasa daerah di tengah perubahan komposisi masyarakat yang semakin heterogen, terutama di wilayah perkotaan.

Menurut Thomas, pelestarian budaya Lampung tidak cukup dilakukan melalui kegiatan seremonial. Dibutuhkan strategi berkelanjutan untuk membiasakan penggunaan bahasa daerah serta menyediakan ruang ekspresi seni dan budaya yang hidup di tengah masyarakat.

“Penggunaan bahasa Lampung di ruang publik perlu mendapat perhatian bersama agar bahasa daerah tetap dikenal, digunakan, dan diwariskan kepada generasi muda,” ujar dia dalam Gelar Karya Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Provinsi Lampung 2026 di Balai Keratun, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Rabu, 21 Oktober 2026.

“Pelestarian budaya membutuhkan kolaborasi dan strategi bersama. Bahasa daerah harus tetap hidup, sementara ruang ekspresi seni perlu diperkuat agar komunitas memiliki kesempatan untuk terus berkarya,” menjadi penekanan Thomas dalam upaya pemajuan kebudayaan Lampung.

Ia juga mendorong pengembangan ruang pertunjukan seni yang representatif, rutin, dan terjadwal. Keberadaan ruang tersebut dinilai penting untuk memberi kesempatan kepada komunitas seni menampilkan karya sekaligus memperkenalkan kebudayaan Lampung kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Kekayaan adat Saibatin dan Pepadun serta berbagai kesenian tradisional Lampung memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari identitas daerah dan daya tarik wisata berbasis budaya,” ujar dia.

Sementara itu, Gubernur Lampung melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Yanyan Ruchyansah, menegaskan bahwa pendidikan menjadi salah satu jalur penting untuk menjaga keberlangsungan seni dan budaya daerah.

Menurutnya, generasi muda perlu mengenal akar budaya sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Seni tradisional harus tetap hidup, sedangkan kreativitas anak muda perlu diberi ruang melalui teknologi digital dan industri kreatif.

Program GSMS menjadi salah satu upaya untuk mempertemukan dunia pendidikan dengan pelaku seni. Melalui program tersebut, seniman terlibat langsung dalam pembelajaran dan mendampingi peserta didik mengenal serta mengembangkan kemampuan berkesenian.

Di sisi lain, Wakil Menteri Kebudayaan RI Giring Ganesha Djumaryo melalui tayangan video mengapresiasi pemerintah daerah, seniman, guru, dan peserta didik yang terlibat dalam program tersebut.

Giring menilai keterlibatan seniman di sekolah memungkinkan peserta didik mengenal kekayaan budaya secara langsung, mulai dari seni tari dan musik hingga permainan tradisional.

“Saya mendorong para siswa terus berkarya dan mengembangkan potensi seni yang dimiliki,” kata dia. (***)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close