DOK SEKOLAH
SMARTNEWS.ID – SMPN 7 Bandar Lampung melakukan gelar karya nusantara hasil siswa dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (5P), di halaman sekolah setempat, Kamis (10/11/2022).
Gelar karya nusantara P5 yang menjadi Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM), ini diapresiasi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung, Hj. Eka Afriana, S.Pd.
“Saya ingin projek-projek seperti ini terus dikembangkan di sekolah ini,” ujar Kepala Disdikbud saat membuka secara resmi gelar karya P5 di SMPN 7 Bandar Lampung.
Menurut dia, P5 ini merupakan pembelajaran lintas disiplin ilmu untuk mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan, sekaligus menguatkan berbagai kompetensi profil pelajar Pancasila.
“P5 merupakan kegiatan kokurikuler berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila,” ujar dia yang didampingi Kepala Bidang Pendidikan Dasar Hj. Mega Puri, S.Pd., M.M itu.
Sementara Kepala SMPN 7 Bandar Lampung, Hj. Marlena, M.Pd mengatakan, gelar karya nusantara yang diikuti seluruh siswa kelas 7 merupakan puncak dari P5 sebagai bentuk Implementasi Kurikulum Merdeka.
Katanya, gelar karya bagi siswa yang pertama dengan mengusung tema Bhineka Tunggal Ika, mendapatkan respons positif dari para orangtua dan antusias yang tinggi dari para siswa.
Pada gelar karya ini, sambungnya, para siswa menampilkan hasil dari proses P5, seperti unjuk tarian, nyanyian, pidato, menampilkan pakaian adat, kerajinan tangan berupa rumah adat, dan lainnya.
“Semua penampilan itu dilakukan oleh siswa. Melalui projek ini kita berharap anak-anak akan tumbuh rasa cinta Tanah Air dan bangsa, menghargai antar sesamanya seperti perbedaan suku, agama, budaya, dan sebagainya,” kata dia.
Selain hal tersebut, ia juga menyebut bahwa dampak positif dari kegiatan P5 IKM dapat memunculkan ide kreativitas dan inovasi dari dalam diri siswa.
“Kita ketahui bersama, selama ini anak hanya duduk manis saat mengikuti pembelajaran di kelas, sehingga tak terlihat atau terpendam bakat anak-anak,” ujarnya.
“Namun, melalui P5 yang diberikan oleh guru pendampingnya, ternyata bakat-bakat anak semunya muncul dan terlihat. Meski baru berjalan tiga bulan, program ini sangat luar biasa,” sambungnya.
Ia mengatakan, kegiatan P5 untuk yang pertama kali diikuti siswa kelas 7, juga sangat didukung penuh oleh para orangtua atau wali murid, serta pengurus komite SMPN 7 Bandar Lampung.
“Insyaallah gelar karya P5 berikutnya akan kami laksanakan dengan tema-tema yang berbeda. Sebab kegiatan ini dilakukan tiga kali dalam setahun,” tutur dia. (***)