Pendidikan

Link and Match Diperkuat, SMKN 1 Tegineneng Sinkronkan Kurikulum dengan DUDI


SMARTNEWS.ID – SMKN 1 Tegineneng terus memperkuat konsep pendidikan vokasi berbasis kebutuhan dunia kerja melalui program guru tamu dan sinkronisasi kurikulum bersama dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Kali ini, sekolah menggandeng perusahaan penyedia layanan internet Harnos Net Telkomindo dalam kegiatan yang digelar pada Jumat, 24 April 2026.

Kegiatan tersebut menjadi langkah nyata sekolah dalam menjawab tantangan perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, khususnya di bidang jaringan komputer dan internet. Program itu diikuti guru produktif serta siswa kelas X dan XI jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas Misbah, M.Pd.I, mengatakan kolaborasi dengan industri penting dilakukan agar pembelajaran di sekolah tidak tertinggal dari kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.

“Kegiatan ini menjadi upaya sekolah agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengenal langsung teknologi dan budaya kerja industri. Dengan begitu lulusan SMK memiliki kompetensi yang benar-benar dibutuhkan,” ujarnya.

Kegiatan turut dihadiri Kepala Bursa Kerja Khusus (BKK) Nurul Huda, S.T., M.Pd., Kepala Jurusan TKJ Dewa Putu Wisnu P., S.Kom., serta Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Nawa Ismail, S.Kom., M.Kom.

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Tegineneng Junaina, S.Pd., M.Pd., menyampaikan dukungan penuh terhadap sinkronisasi kurikulum bersama industri sebagai strategi mencetak lulusan siap kerja dan mampu bersaing di era digital.

Menurutnya, pendidikan vokasi harus mampu menyesuaikan perkembangan teknologi agar siswa memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan perusahaan.

Dalam sesi guru tamu, Harnos Net Telkomindo menghadirkan tiga praktisi industri, yakni Haris, Lingga, dan Agus. Mereka membagikan materi seputar teknologi jaringan yang saat ini banyak digunakan perusahaan penyedia layanan internet.

Materi pertama membahas pemasangan fiber optic sebagai teknologi utama jaringan internet modern. Siswa diperkenalkan pada teknik penyambungan kabel, penggunaan alat, hingga proses instalasi jaringan di lapangan.

Selanjutnya, siswa mendapat pemahaman mengenai billing system perusahaan ISP yang mengatur pengelolaan pelanggan dan sistem pembayaran layanan internet. Materi ini membuka wawasan siswa bahwa industri jaringan komputer tidak hanya berkaitan dengan perangkat keras, tetapi juga pengelolaan sistem layanan.

Sementara pada materi Network Operation Center (NOC), siswa dikenalkan pada sistem pemantauan jaringan internet selama 24 jam untuk menjaga stabilitas layanan pelanggan.

Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dan disertai praktik sederhana sehingga membuat siswa antusias mengikuti kegiatan. Sejumlah siswa juga aktif bertanya mengenai peluang kerja, perkembangan teknologi jaringan, hingga pengalaman bekerja di industri internet service provider.

Selain pembelajaran teknis, kegiatan tersebut juga menjadi forum sinkronisasi kurikulum antara sekolah dan industri. Pihak sekolah bersama Harnos Net Telkomindo membahas kompetensi yang perlu diperkuat agar sesuai kebutuhan kerja di bidang teknologi jaringan dan internet.

Industri juga mendorong pembelajaran berbasis praktik dan proyek nyata agar siswa memiliki pengalaman kerja sejak masih duduk di bangku sekolah.

Melalui kolaborasi itu, SMKN 1 Tegineneng berharap kualitas pendidikan vokasi semakin meningkat dan mampu melahirkan lulusan yang kompeten, profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta siap bersaing di dunia kerja maupun dunia usaha. (***)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close