Ruwa Jurai

Lomba Konten Berhadiah Motor Dibatalkan, Peserta HS Run 2026 Mengaku Dirugikan

ILUSTRASI

SMARTNEWS.ID – Seorang warga asal Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu, Ani Puspita mengaku merasa dirugikan setelah lomba konten video berhadiah satu unit sepeda motor Honda Beat yang diselenggarakan oleh panitia HS Run 2026 dibatalkan secara sepihak.

Lomba tersebut sebelumnya diumumkan secara terbuka oleh penyelenggara HS Run melalui media sosial sebagai bagian dari rangkaian event HS Run 2026.

Dalam pengumuman tersebut disebutkan bahwa lomba berlangsung pada 6–15 Januari 2026, dengan hadiah utama satu unit Honda Beat. Pemenang dijadwalkan diumumkan pada 17 Januari 2026 bersamaan dengan pelaksanaan event.

Ani menyatakan telah mengikuti seluruh ketentuan lomba, mulai dari pembuatan konten video Instagram Reels, penyertaan tagar yang diwajibkan, hingga promosi untuk mengejar jumlah penayangan (views).
Namun, menjelang penentuan pemenang, panitia justru menyampaikan bahwa lomba tersebut dibatalkan. Alasan pembatalan disampaikan secara personal kepada peserta melalui pesan WhatsApp.

Berdasarkan konfirmasi redaksi kepada salah satu panitia HS Run bernama Gilang, pihak penyelenggara membenarkan adanya lomba sekaligus pembatalan tersebut.

Dalam percakapan WhatsApp yang diterima redaksi, Gilang menyatakan bahwa lomba konten video memang merupakan pengumuman resmi dari tim HS Run.

“Benar pak itu pengumuman dari team kami,” tulis Gilang saat dikonfirmasi redaksi, Jumat, 16 Januari 2026.

Gilang juga mengakui bahwa jumlah peserta lomba sangat terbatas.
“Hanya 2 peserta pak sebenarnya,” tulisnya dalam pesan lanjutan.

Redaksi kemudian menelusuri akun IG HS Run. Setelah dicek, setidaknya ada 6 video yang mengikuti lomba tersebut.

Terkait pembatalan lomba, Gilang menyebut keputusan tersebut diambil berdasarkan pertimbangan internal tim penyelenggara. Menurutnya, panitia kemudian memilih memberikan kompensasi kepada peserta yang telah membuat konten.

“Dari team kita seperti itu bapak, jadi lebih baik diundi untuk semua peserta dan kita memberikan kompensasi untuk peserta yang sudah membuat videonya,” lanjut Gilang.

Redaksi kemudian menegaskan bahwa lomba telah diumumkan dan dimulai mengirimkan video sejak 6 Januari 2026 dan baru dibatalkan pada 12 Januari 2026, meskipun batas akhir pengumpulan konten ditetapkan pada 15 Januari 2026.

Menanggapi hal tersebut, Gilang menyatakan pihaknya akan melakukan komunikasi langsung dengan peserta yang terdampak.

“Siap Bapak nanti saya komunikasi dengan yang terdampak langsung saja,” tulisnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab, panitia HS Run menyampaikan akan memberikan kompensasi sebesar Rp150.000 kepada setiap peserta yang telah membuat video, sebagai pengganti pembatalan lomba berhadiah motor.

Sementara itu, Ani menilai keputusan tersebut tetap merugikan peserta dan mencederai kepercayaan publik terhadap penyelenggara event.

“Saya sudah mengeluarkan waktu, tenaga, dan biaya untuk produksi konten. Tapi lombanya dibatalkan begitu saja. Kompensasi yang ditawarkan jelas tidak sebanding,” kata Ani Puspita. (***)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close