SMARTNEWS.ID – Pemerintah Provinsi Lampung memulai babak baru penguatan layanan kesehatan dengan meresmikan perubahan nama Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Lampung menjadi Rumah Sakit Alamsyah Ratu Perwiranegara, Rabu, 12 Agustus 2026.
Peresmian yang dilakukan langsung oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal itu bukan sekadar pergantian identitas, tetapi juga menjadi penegasan arah baru rumah sakit agar berkembang sebagai pusat layanan kesehatan yang unggul dan menjadi rujukan di Sumatera Bagian Selatan.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Mirza menandatangani prasasti peresmian sekaligus menekankan bahwa nama besar Alamsyah Ratu Perwiranegara harus tercermin dalam budaya kerja dan pelayanan rumah sakit.
“Nama Alamsyah Ratu Perwiranegara tidak hanya terlihat di depan gedung, tapi juga terasa dalam pelayanan yang diberikan,” ujar Mirza.
Menurut Gubernur, pemberian nama tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada Letnan Jenderal TNI (Purn) H. Alamsyah Ratu Perwiranegara, salah satu putra terbaik Lampung yang dikenal memiliki integritas, disiplin, loyalitas dan semangat pengabdian kepada bangsa.
Nilai-nilai itulah yang diharapkan menjadi ruh pelayanan rumah sakit, mulai dari dokter, perawat, tenaga kesehatan hingga seluruh pegawai.
“Pak Alamsyah dikenal dengan pribadi yang menjunjung tinggi integritas, disiplin, loyalitas, dan pengabdian. Nilai-nilai inilah yang ingin kami hadirkan dan lekatkan kepada rumah sakit ini,” katanya.
Gubernur juga meminta profil dan perjalanan hidup Alamsyah ditampilkan di lingkungan rumah sakit agar masyarakat dapat mengenal sosok tokoh tersebut sekaligus meneladani nilai perjuangannya.
Perubahan nama ini juga menjadi bagian dari transformasi pelayanan kesehatan di Lampung. Pemprov menargetkan Rumah Sakit Alamsyah Ratu Perwiranegara berkembang menjadi rumah sakit yang profesional, modern dan mampu menjadi salah satu rumah sakit rujukan di wilayah Sumatera Bagian Selatan.
Untuk mencapai target tersebut, pengembangan tidak hanya difokuskan pada pembangunan fisik dan peralatan medis, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia, tata kelola, sarana prasarana dan pemanfaatan teknologi kesehatan.
“Kita bukan hanya menghadirkan peralatan modern, tapi juga manusia-manusianya yang kompeten, pelayan yang baik, sarana dan prasarana yang memadai, serta pemanfaatan teknologi kesehatan yang terus berkembang,” ujar Mirza.
Direktur Rumah Sakit Alamsyah Ratu Perwiranegara, drg. Hellen Veranica, menjelaskan rumah sakit tersebut memiliki perjalanan panjang sejak berdiri pada 1990.
Kini, rumah sakit khusus tipe B itu berdiri di atas lahan sekitar enam hektare dengan kapasitas 162 tempat tidur dan didukung 325 pegawai, termasuk 15 dokter spesialis dan subspesialis, tujuh psikiater, lima psikolog serta berbagai tenaga kesehatan lainnya.
Rumah sakit juga telah dilengkapi sejumlah teknologi kesehatan, di antaranya Transcranial Magnetic Stimulation (TMS) dan quantitative Electroencephalography (qEEG) untuk mendukung pelayanan kesehatan jiwa.
Selain itu, berbagai inovasi layanan berbasis masyarakat telah dikembangkan, seperti Hello Care, Curhat Yuk, Lentera Nabza, Sobat Jiwa, Rojana dan Genzi.
Dari sisi tata kelola, rumah sakit ini juga mencatat capaian membanggakan dengan meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) tahun 2025.
Putra tertua Alamsyah Ratu Perwiranegara, H. Yusuf Heri Utama Alamsyah, menyampaikan harapan agar nama besar ayahnya dijaga melalui pelayanan yang humanis dan penuh dedikasi.
“Penamaan rumah sakit ini sangat sejalan dengan napas perjuangan beliau untuk melayani dan menyejahterakan masyarakat. Kami menitipkan nama almarhum agar rumah sakit ini dapat menjadi pusat pelayanan kesehatan yang prima, humanis dan berdedikasi tinggi,” ujarnya. (***)