Ruwa Jurai

Paguyuban Pasundan Teguhkan Komitmen Bangun Lampung Lewat Filosofi “Silih Asih”


SMARTNEWS.ID – Paguyuban Pasundan Provinsi Lampung meneguhkan komitmennya untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah dengan mengusung filosofi hidup masyarakat Sunda, yakni Silih Asah, Silih Asih, dan Silih Asuh.

Ketua Paguyuban Pasundan Lampung, Abdul Hakim, mengajak warga perantauan Sunda untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi Provinsi Lampung yang dikenal dengan semboyan Sang Bumi Ruwa Jurai.

Ia menekankan pentingnya menjadikan momentum pertemuan sebagai sarana mempererat persaudaraan serta memperkokoh kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, tiga pilar filosofi Sunda harus diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Silih Asah dimaknai sebagai saling mencerdaskan dan berbagi pengetahuan, Silih Asih sebagai wujud saling menyayangi dan mendampingi, serta Silih Asuh sebagai sikap saling melindungi dan menguatkan.

Abdul Hakim menegaskan bahwa nilai-nilai tersebut tidak boleh berhenti sebagai slogan, melainkan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di Lampung.

Ia juga menyampaikan bahwa Lampung bukan sekadar tempat mencari nafkah bagi masyarakat Sunda perantauan, tetapi telah menjadi rumah bersama. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan tidak hanya hidup berdampingan, tetapi juga saling memajukan dan mendukung satu sama lain.

“Lampung adalah rumah kita bersama yang harus kita jaga dan banggakan,” ujarnya pada acara halal bihalal dan pelantikan Pasundan Istri (PASI) Provinsi Lampung, Minggu, 12 April 2026.

Paguyuban Pasundan, lanjutnya, berkomitmen menjadi bagian dari solusi dalam pembangunan daerah melalui semangat kebersamaan dan persatuan.

Sementara itu, Ketua Panitia Halal Bihalal Paguyuban Pasundan Lampung, Dedeh Kurniasih, mengatakan kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pelantikan Pasundan Istri (PASI) Provinsi Lampung, organisasi pemberdayaan perempuan di bawah naungan Paguyuban Pasundan.

Kegiatan yang dihadiri sekitar 200 undangan itu turut diisi dengan tausyiah agama dan pertunjukan seni Sunda. Dedeh berharap kegiatan silaturahmi ini dapat meningkatkan soliditas antaranggota, khususnya masyarakat Sunda di Lampung.

Dalam kesempatan yang sama, Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Yanyan Ruchyansyah, mengapresiasi peran aktif Paguyuban Pasundan dalam menjaga silaturahmi dan memperkenalkan budaya Sunda di Lampung.

Ia menilai paguyuban tersebut menjadi wadah penting untuk mempererat hubungan antarperantau sekaligus memperkaya keberagaman budaya di daerah.

Pada kegiatan itu juga dilakukan pelantikan PASI Provinsi Lampung dengan Nana Nasilah sebagai ketua. (***)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close