SMARTNEWS.ID – Pemerintah Kota Bandar Lampung memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan dengan memperluas akses permodalan, pelatihan, pemasaran hingga pemanfaatan teknologi digital bagi pelaku UMKM.
Langkah tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kota Bandar Lampung.
Hal itu disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakot Bandar Lampung, Wilson Faisol, Minggu, 20September 2026, saat menyampaikan perkembangan program pemberdayaan perempuan yang dijalankan Pemkot Bandar Lampung di bawah kepemimpinan Wali Kota Eva Dwiana.
Wilson mengatakan, komitmen tersebut turut mendapat apresiasi melalui Swara Cantika 2026 di bidang Pemberdayaan Ekonomi Perempuan dan Ketahanan Sosial. Penghargaan itu diterima mewakili Wali Kota Eva Dwiana pada 17 September 2026 di Ballroom Samisara, Jakarta.
Menurut Wilson, pemberdayaan perempuan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi, tetapi juga menjadi strategi memperkuat ketahanan keluarga.
“Berbagai dukungan diberikan kepada pelaku UMKM, khususnya perempuan, mulai dari akses permodalan, pelatihan, peningkatan kualitas dan pengemasan produk, pemasaran, hingga pemanfaatan teknologi digital,” kata Wilson.
Salah satu dukungan yang diberikan Pemkot Bandar Lampung adalah Program Pinjaman UMKM Siger tanpa bunga. Program tersebut telah diluncurkan sebagai fasilitas permodalan bagi pelaku UMKM untuk membantu pengembangan usaha.
Dukungan pemerintah, katanya, juga mencakup fasilitasi perizinan usaha, sertifikasi halal, bantuan peralatan usaha serta perluasan akses pemasaran melalui bazar dan pameran maupun kerja sama dengan toko dan swalayan.
Langkah tersebut sejalan dengan kebijakan Pemkot Bandar Lampung yang menempatkan penguatan UMKM sebagai salah satu instrumen pengembangan ekonomi masyarakat. Pemkot juga mencatat pengembangan pariwisata dan UMKM sebagai bagian dari capaian dan program pembangunan daerah pada 2026.
Wilson mengatakan, penguatan kapasitas perempuan pelaku usaha perlu dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya menyediakan modal, tetapi juga memastikan pelaku UMKM memiliki kemampuan meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“Dengan pendekatan tersebut, pemberdayaan perempuan diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pendapatan individu, tetapi turut memberikan dampak terhadap ketahanan ekonomi keluarga dan pertumbuhan ekonomi masyarakat Kota Bandar Lampung,” kata dia. (***)