ISTIMEWA
SMARTNEWS.ID – Pentas seni diikuti ratusan siswa kelas 12 SMAN 3 Bandar Lampung pada Selasa, 13 Januari 2026, sangat meriah. Pertunjukan menampilkan kreativitas musik, tari, dan kriya, turut menghipnotis ratusan pasang mata memandang.
Sebanyak 11 cerita rakyat dipertunjukkan pada pentas seni yang mengusung tema Wujudkan Prestasi pada Pentas Seni dengan Perayaan Legenda dan Fantasi, digelar di Gedung Teater Tertutup, Unit Pelaksana Teknis Taman Budaya Provinsi Lampung itu.
Kepala sekolah setempat, Tri Winarsih, M.Pd, jajaran manajemen sekolah, dewan guru, ratusan siswa kelas 10, serta wali murid yang kesempatan itu hadir, tanpa “kedip” menyaksikan satu persatu pertunjukan yang dibawakan masing-masing dari kelas 12 itu.

Kegembiraan diliputi keceriaan, pun terpancar luas dari wajah penonton. Pentas seni memasuki tahun keempat, ini juga menjadi sarana mengasah kreativitas dan bakat siswa, sekaligus meningkatkan kepercayaan karena mampu tampil di muka umum.
“Saya sangat mengapresiasi semua penampilan pentas seni yang diikuti 11 siswa kelas 12 pada tahun pelajaran 2025/2026. Penampilan semua peserta sangat luar biasa karena bisa menghibur penontonnya,” ujar Tri Winarsih, di Taman Budaya Lampung, Selasa.
Pentas seni ini, kata dia yang didampingi Wakil Kepala Bidang Humas Danil Hanoris, S.Pd, tidak hanya menampilkan berbagai kreativitas seni, namun juga dapat menanamkan nilai-nilai luhur seperti kejujuran, toleransi, serta apresiasi terhadap budaya lokal dan nasional.
“Bahkan dari sejumlah cerita rakyat pada pentas seni ini, ada satu kelas yakni kelas 12.10 menampilkan cerita rakyat Tionghoa dengan judul Lahirnya Dewi Rembulan. Begitu juga dengan kelas-kelas yang lain mengangkat cerita dari luar Indonesia. Artinya ini sebuah toleransi pertunjukan yang cukup luar biasa,” ujarnya.

Ia mengatakan, seluruh konsep mulai dari pemilihan tema, properti, kostum pada cerita rakyat yang pentaskan murni semua dilakukan para siswa. “Termasuk pembagian peran, mereka sendiri yang menentukan,” ujar dia.
Sisi menarik pada pemilihan cerita, sambung dia, siswa memperolehnya dari Youtube. “Termasuk pada sesi latihannya pun, mereka melihatnya dari Youtube. Biasanya, siswa latihan usai pulang sekolah dan pada Sabtu Minggu dilakukan di luar sekolah,” katanya.
Menurutnya, pentas seni yang merupakan bagian dari penilaian mata pelajaran Kesenian menjadi unjuk karya akhir setelah siswa mengikuti mata pelajaran tersebut selama tiga tahun. “Inilah penampilan terakhir mereka,” kata win – sapaannya itu.
Selain pentas seni, pada hari tersebut juga dilaksanakan kegiatan prakarya dan kewirausahaan yang diikuti siswa kelas 11. “Para siswa membuka bazar dengan menjual minuman dan makanan ringan, serta hasil kerajinan keterampilan siswa,” kata dia. (***)
11 cerita rakyat yang ditampilkan siswa:
1. Kelas 12.10: Lahirnya Dewi Rembulan (Cerita Rakyat Tionghoa)
2. Kelas 12.2: Legenda Gunung Tambora (Pulau Sumbawa NTB)
3. Kelas 12.9: Beauty and The Beast (Cerita Rakyat Prancis)
4. Kelas 12.1: Perang Bubat (Cerita Rakyat Jawa)
5. Kelas 12.11: Alladin (Cerita Rakyat Arab)
6. Kelas 12.8: Si Pitung (Betawi)
7. Kelas 12.3: Dalembalingkang (Bali)
8. Kelas 12.5: Dewi Rengganis (Cerita Rakyat Jawa Timur)
9. Kelas 12.7: Rambun Pamenan (Padang)
10. Kelas 12.6: Tangled (Cerita Rakyat Jerman)
11. Kelas 12.4: Encanto (kolombia)
Sumber: SMAN 3 Bandar Lampung