SMARTNEWS.ID – SMP Negeri 22 Bandar Lampung melaksanakan Tes Kompetensi Akademik (TKA) berbasis komputer yang berlangsung lancar, tertib, dan tanpa hambatan teknis. TKA dibagi menjadi dua gelombang yang digelar pada 6-9 Maret 2026, ini bagian dari upaya sekolah dalam menerapkan sistem evaluasi berbasis digital yang lebih modern dan efisien.
Sebanyak 317 siswa kelas IX mengikuti TKA tahun ini. Pelaksanaan ujian dibagi ke dalam empat sesi untuk memastikan seluruh peserta dapat mengikuti ujian dengan nyaman dan teratur. Sekolah memanfaatkan dua ruang laboratorium komputer yang telah dipersiapkan secara maksimal, mulai dari perangkat hingga jaringan internet yang stabil.
Kepala sekolah setempat, Sriyati Djamsari, S..Pd., M.M, menyampaikan bahwa kesiapan teknis menjadi fokus utama sebelum pelaksanaan ujian. Menurutnya, seluruh sarana dan prasarana telah melalui tahap pengecekan untuk meminimalisir kendala selama ujian berlangsung. Ia berharap pelaksanaan TKA dapat berjalan tanpa gangguan sehingga siswa dapat mengerjakan soal dengan fokus dan memperoleh hasil yang optimal.
“Dengan dukungan fasilitas yang memadai, kami ingin memastikan siswa merasa nyaman dan tidak terganggu oleh kendala teknis saat ujian,” ujarnya, Rabu, 8 Maret 2026.
Kelancaran pelaksanaan TKA juga didukung oleh peran tim teknis yang siaga selama ujian berlangsung. Tiga petugas yang bertindak sebagai teknisi dan proktor, yakni Herli Candara Saputra, Boby Riansyah, dan Ricky Kristianto Hutagalung, melakukan pemantauan sistem secara intensif untuk memastikan seluruh perangkat berfungsi dengan baik.
Mereka juga sigap dalam mengantisipasi potensi gangguan teknis yang mungkin terjadi, sehingga pelaksanaan ujian tetap berjalan stabil dan kondusif. Dukungan teknis yang maksimal ini menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran ujian berbasis komputer.
Di sisi lain, para siswa terlihat mengikuti ujian dengan penuh keseriusan dan disiplin. Suasana ruang ujian yang tenang mencerminkan kesiapan peserta, baik dari segi mental maupun akademik. Pengawasan yang ketat juga turut mendukung terciptanya lingkungan ujian yang tertib dan kondusif.
Pelaksanaan TKA berbasis digital ini sekaligus menjadi bukti nyata transformasi pendidikan di SMPN 22 Bandar Lampung. Sekolah tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga pada kualitas proses evaluasi yang mampu mengikuti perkembangan teknologi.
Dengan kolaborasi yang solid antara pihak sekolah, panitia, dan tim teknis, SMPN 22 Bandar Lampung optimistis pelaksanaan TKA tahun ini dapat memberikan hasil terbaik. Selain itu, langkah ini diharapkan mampu mendorong peningkatan mutu pendidikan yang berkelanjutan di lingkungan sekolah. (***)