SMARTNEWS.ID – Program Studi (Prodi) Kimia Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung menjalani asesmen lapangan akreditasi perdana dari Lembaga Akreditasi Mandiri Sains Alam dan Ilmu Formal, Senin, 13 April 2026.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Rektor UIN RIL, Prof. H. Wan Jamaluddin Z, M.Ag., Ph.D., di Ruang Teater Lantai 2 Gedung Academic & Research Center. Hadir sebagai tim asesor, Prof. Dr. Ratnaningsih Eko Sardjono, M.Si. dari Universitas Pendidikan Indonesia dan Prof. Dr. Jarnuzi Gunlazuardi, S.Si. dari Universitas Indonesia.
Asesmen ini menjadi momen penting bagi Prodi Kimia yang tergolong baru di lingkungan kampus. Rektor berharap proses akreditasi tidak hanya menjadi penilaian administratif, tetapi juga menghadirkan masukan konstruktif untuk pengembangan program studi ke depan.
“Kami berharap para asesor dapat memberikan arahan, bahkan kritik, demi penyempurnaan Prodi Kimia,” ujar Prof Jamal – sapaannya itu.
Ia juga menyoroti fasilitas laboratorium di lingkungan FST yang dinilai representatif. Menurutnya, laboratorium Kimia, Fisika, dan Biologi di UIN RIL termasuk yang unggul dan mampu mendukung proses pembelajaran maupun riset.
“Kita ingin melahirkan lulusan yang mampu bersaing dan menjadi ahli kimia yang tidak kalah dengan perguruan tinggi lain,” tambahnya.
Rektor turut mengungkapkan bahwa pengembangan Fakultas Sains dan Teknologi tidak lepas dari kerja sama internasional, salah satunya dengan Tomsk State University. Melalui kolaborasi tersebut, fakultas memperoleh dukungan hibah penelitian kolaboratif senilai sekitar Rp6 miliar.
Selain itu, Prodi Kimia juga berperan strategis dalam mendukung rencana pendirian Fakultas Kedokteran di UIN RIL.
Sementara itu, Dekan FST UIN RIL, Sovia, menjelaskan bahwa Prodi Kimia baru berusia sekitar satu tahun enam bulan. Awalnya berada di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, prodi ini kemudian bergabung dengan FST yang resmi berdiri pada Juli 2025.
Ia menyebut, pengembangan FST merupakan bagian dari tahap ketiga transformasi UIN RIL menuju kampus berdaya saing internasional. Berbagai langkah strategis telah dilakukan, mulai dari penyusunan rencana strategis, penguatan kelembagaan, hingga penerapan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE).
Selain itu, kerja sama riset dengan Tomsk State University juga terus berjalan, termasuk uji coba biocide di berbagai media seperti laut, perban, hingga cat tembok rumah sakit yang masih dalam tahap observasi.
“Kami optimistis dapat mencapai target yang diharapkan dan menjadikan hasil asesmen ini sebagai motivasi bagi seluruh sivitas akademika,” ujarnya.
Salah satu asesor, Ratnaningsih Eko Sardjono, mengapresiasi perkembangan Prodi Kimia meski usianya masih relatif muda. Ia menilai dukungan institusi menjadi faktor penting dalam percepatan kemajuan program studi tersebut.
“Prodi ini masih dalam tahap awal, tetapi perkembangannya sudah terlihat dengan dukungan yang kuat,” katanya.
Ia juga mengaku terkesan dengan fasilitas laboratorium yang dinilai lengkap dan modern, meskipun tetap menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam pengembangan pendidikan.
Asesmen lapangan ini berlangsung selama dua hari, 13–14 April 2026, sebagai bagian dari proses penilaian untuk menentukan kelayakan dan mutu Prodi Kimia UIN RIL ke depan. (***)