SMARTNEWS.ID – Gagasan inovatif tentang pemerataan pendidikan mengantarkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) meraih prestasi membanggakan di tingkat nasional.
Mahasiswa PGSD Unila, Hendri Pratama bersama timnya berhasil menyabet Gold Medal Subtema Pendidikan pada ajang Pekan Essay Nasional (PENA) 2 yang digelar di Universitas Dhyana Pura (Undhira), Bali. Prestasi tersebut diraih melalui karya esai yang menawarkan solusi atas tantangan pemerataan pendidikan di Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.
Tim yang terdiri atas Hendri Pratama, Perkasa Dinanti Akbar, Savira Aulia Putri, Feby Ayu Maharani, dan Rahmah Dwi Asri mengangkat persoalan kesenjangan akses pendidikan yang masih ditemui di sejumlah daerah. Berangkat dari hasil observasi lapangan, mereka mengembangkan sebuah konsep aplikasi pembelajaran yang dirancang untuk mendukung proses belajar mengajar di sekolah dasar.
Hendri mengatakan, ide tersebut lahir dari kepedulian terhadap berbagai kendala yang masih dihadapi sekolah, mulai dari keterbatasan sumber belajar hingga kebutuhan media pembelajaran yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Kami ingin menghadirkan solusi yang dapat membantu guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Harapannya, teknologi dapat menjadi jembatan untuk memperluas akses pendidikan yang berkualitas,” ujarnya, Kamis, 11 Juni 2026.
Sebelum mengikuti kompetisi, tim melakukan riset di sejumlah sekolah di Kota Metro dan wilayah sekitar Kampus PGSD Unila. Hasil penelitian tersebut kemudian menjadi dasar penyusunan esai sekaligus pengembangan prototipe aplikasi yang ditawarkan dalam kompetisi.
Perjalanan menuju podium juara tidak berlangsung mudah. Setelah melewati tahap seleksi karya tulis, tim harus bersaing dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia pada babak final nasional yang diisi dengan presentasi dan sesi tanya jawab dewan juri.
Keberhasilan meraih medali emas menjadi bukti bahwa karya ilmiah mahasiswa tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga mampu melahirkan gagasan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Tim bahkan berkomitmen melanjutkan pengembangan inovasi tersebut melalui program pengabdian kepada masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas.
Menurut Hendri, kemampuan mempertahankan argumentasi, penguasaan materi, dan kepercayaan diri menjadi faktor penting dalam kompetisi esai. Ia berharap prestasi yang diraih dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan berani menawarkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi bangsa.
Prestasi tersebut sekaligus menambah deretan capaian mahasiswa Unila di tingkat nasional serta menunjukkan kontribusi nyata generasi muda dalam mendorong transformasi pendidikan Indonesia melalui inovasi dan riset yang aplikatif. (***)