Pendidikan

Peserta Program ADEM Diajak Buktikan Mimpi Lewat Prestasi

ISTIMEWA

SMARTNEWS.ID – Perjalanan hidup belasan anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) repatriasi dari Malaysia menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari sebuah cita-cita.

Melalui Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, para murid itu kini memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan di sekolah unggulan di Provinsi Lampung dan menata masa depan yang lebih baik.

Mereka akan mulai menjalani pendidikan di Provinsi Lampung pada tahun ajaran 2026/2027. Tujuh murid diterima di SMAN 2 Bandar Lampung, sedangkan tujuh murid lainnya menempuh pendidikan di SMAN 9 Bandar Lampung. Seluruh kebutuhan pendidikan, mulai dari biaya sekolah hingga biaya hidup, ditanggung sepenuhnya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, S.STP., M.H, mengajak seluruh peserta Program ADEM untuk menjadikan kesempatan tersebut sebagai titik balik kehidupan. Menurutnya, mereka merupakan anak-anak pilihan yang telah melewati proses seleksi dan kini memperoleh kesempatan yang tidak dimiliki semua orang.

“Jangan pernah merasa rendah diri karena latar belakang keluarga. Justru jadikan perjalanan hidup kalian sebagai kekuatan untuk terus belajar, berjuang, dan membuktikan bahwa kalian mampu meraih prestasi,” ujar Thomas saat meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 2 Bandar Lampung, Selasa, 14 Juli 2026.

Thomas menjelaskan, Program ADEM merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam memberikan akses pendidikan kepada anak-anak warga negara Indonesia yang sebelumnya tinggal di Malaysia bersama orang tua mereka.

Sebagian besar orang tua para peserta bekerja sebagai buruh dan pekerja sektor pertanian di Malaysia. Namun, karena berbagai kondisi, mereka harus kembali ke Indonesia. Melalui Program ADEM, pemerintah memastikan anak-anak tersebut tetap memperoleh hak atas pendidikan yang layak dan berkualitas.

Ia berharap kesempatan belajar di Lampung menjadi awal lahirnya generasi yang mampu mengubah masa depan keluarga.

“Kami ingin kalian tidak berhenti sampai lulus SMA. Teruskan pendidikan ke perguruan tinggi, raih cita-cita setinggi mungkin, dan kelak kembali menjadi kebanggaan keluarga serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Menurut dia, program ADEM merupakan program beasiswa dari Kemendikdasmen yang memberikan akses pendidikan jenjang SMA/SMK kepada lulusan SMP/MTs yang menghadapi hambatan ekonomi maupun geografis.

“Program ini diperuntukkan bagi Orang Asli Papua, peserta didik dari daerah khusus atau wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), serta anak-anak PMI repatriasi,” ujar mantan Sekretaris DPRD Lampung Selatan itu.

Sementara itu, Kepala SMAN 2 Bandar Lampung, Sevensari, S.Pd., M.M, mengatakan pihak sekolah berkomitmen mendampingi para peserta ADEM, tidak hanya dalam proses pembelajaran, tetapi juga dalam aspek psikologis dan sosial selama mereka menempuh pendidikan.

Menurutnya, para murid akan tinggal jauh dari orang tua serta keluarga selama tiga tahun ke depan. Karena itu, sekolah berupaya menciptakan lingkungan yang nyaman agar mereka dapat beradaptasi dengan baik.

“Kami ingin mereka merasa bahwa SMAN 2 adalah rumah kedua. Mereka datang dari lingkungan yang berbeda dan harus memulai kehidupan baru. Tugas kami bukan hanya mengajar, tetapi juga memberikan perhatian, semangat, dan rasa kekeluargaan agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri,” ujarnya.

Sebagai bagian dari proses adaptasi, kata dia, sekolah mengenalkan kehidupan di Kota Bandar Lampung kepada para peserta didik, mulai dari mengunjungi kawasan Car Free Day (CFD), pusat perbelanjaan, hingga membiasakan mereka menggunakan mata uang rupiah yang sebelumnya jarang digunakan selama tinggal di Malaysia.

Ia mengungkapkan, seluruh peserta Program ADEM merupakan murid terpilih. Dari lebih dari seribu peserta yang mengikuti seleksi di Malaysia, hanya 735 siswa yang dinyatakan lolos. Dari jumlah tersebut, Provinsi Lampung memperoleh kuota sebanyak 14 peserta didik.

“Kesempatan ini adalah anugerah sekaligus amanah. Kami berharap mereka memanfaatkannya dengan belajar sungguh-sungguh, menjaga disiplin, membangun karakter yang baik, serta membuktikan bahwa anak-anak Indonesia, di mana pun mereka dibesarkan, mampu berprestasi ketika diberikan kesempatan,” tuturnya.

Program ADEM, lanjutnya, tidak hanya menghadirkan kesempatan memperoleh pendidikan di sekolah terbaik, tetapi juga menjadi simbol hadirnya negara bagi anak-anak Indonesia yang sempat kehilangan akses pendidikan akibat kondisi yang mereka hadapi.

“Kini, dengan semangat baru di Bumi Ruwa Jurai, sebanyak 14 murid tersebut memulai langkah untuk menulis kisah baru, bahwa mimpi dapat diraih oleh siapa saja yang berani belajar, bekerja keras, dan tidak pernah menyerah,” tuturnya. (***)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close