SMARTNEWS.ID – Semangat Sumpah Pemuda tak cukup hanya dikenang melalui upacara dan seremonial. Generasi muda perlu menerjemahkannya menjadi karya, kreativitas, serta keberanian untuk menunjukkan potensi diri. Semangat inilah yang dihidupkan SMAN 1 Bandar Lampung melalui rangkaian lomba Bulan Bahasa dan peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026.
Kegiatan yang diinisiasi Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) bersama Majelis Perwakilan Kelas (MPK) tersebut berlangsung pada 26-29 Oktober 2026. Puncak momentum Bulan Bahasa dan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada Rabu, 28 Oktober 2026, menjadi pengingat pentingnya bahasa, persatuan, dan peran generasi muda dalam menjaga keutuhan bangsa di tengah keberagaman.
Ketua OSIS SMAN 1 Bandar Lampung, Kanya, mengatakan kegiatan ini dirancang sebagai ruang bagi siswa untuk mengasah kemampuan, mengembangkan bakat, sekaligus membangun semangat kebersamaan melalui kompetisi yang sehat.
Menurutnya, terdapat enam cabang lomba dalam rangka Bulan Bahasa dan enam jenis lomba untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda. Cabang Bulan Bahasa meliputi speech, storytelling, newscasting, baca puisi, pidato, jurnalistik, cipta cerpen, serta paduan suara dalam bahasa Lampung, Inggris, dan Indonesia.
Sementara itu, lomba bertema Sumpah Pemuda menghadirkan beragam tantangan, yakni teka-teki sejarah, kereta balon, estafet sarung balon, kura-kura penjajah, Histo Ruth, dan bisik berantai.
“Melalui berbagai perlombaan ini, kami ingin membangun semangat gotong royong, kompetisi yang sehat, kreativitas, serta mengembangkan talenta para siswa. Peserta tidak hanya ditantang menunjukkan kecerdasan dan keterampilan, tetapi juga ketangkasan, kekompakan, kerja keras, dan kemampuan memecahkan masalah,” ujar Kanya.
Ia mengatakan, peringatan Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda menjadi kesempatan bagi pelajar untuk memahami bahwa semangat kebangsaan dapat diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk menghargai perbedaan, bekerja sama, dan berani menghasilkan karya.
Kemudian, ketua panitia, Zenia Putri, menilai Bulan Bahasa bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan wadah bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan sekaligus belajar mengelola kegiatan secara langsung.
Menurutnya, proses penyelenggaraan memberikan pengalaman berharga bagi panitia, mulai dari menyusun perencanaan, mengorganisasikan pekerjaan, melaksanakan kegiatan, hingga melakukan evaluasi.
“Bulan Bahasa menjadi wadah bagi peserta untuk mempertunjukkan bakat dan mengembangkan kemampuan mereka. Kesan saya sangat menyenangkan karena kami belajar langsung dari proses perencanaan, mengorganisasikan, melaksanakan, hingga nantinya melakukan evaluasi,” kata Zenia Putri.
Ia menjelaskan, pengalaman tersebut sekaligus menjadi latihan menerapkan prinsip manajemen dan kepemimpinan. Para siswa belajar membagi tanggung jawab, berkoordinasi, mengambil keputusan, dan menyelesaikan persoalan bersama.
“Melalui kegiatan organisasi dan perlombaan, siswa juga belajar membangun karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kepercayaan diri yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan masa depan,” katanya.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Bandar Lampung, Drs. Suharto, M.Pd, menyambut baik kegiatan yang memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat, minat, dan talenta mereka.
Menurutnya, sekolah harus menjadi lingkungan yang mampu mendukung pertumbuhan peserta didik secara menyeluruh, tidak hanya dalam pencapaian akademik, tetapi juga dalam kreativitas, kepemimpinan, komunikasi, dan kemampuan bekerja sama.
Ia mengatakan, siswa perlu memperoleh kesempatan seluas-luasnya untuk mengeksplorasi potensi diri dalam suasana yang aman, nyaman, dan kompetitif. Dukungan sekolah terhadap kegiatan positif menjadi bagian penting dalam mendorong perkembangan mereka.
“Anak-anak perlu diberi ruang untuk mengembangkan talenta, bakat, dan minatnya. Tumbuh kembang mereka harus kita dukung dan fasilitasi. Proses belajar harus terus bergerak dan bertumbuh dalam dinamika yang positif. Jangan biarkan mereka tumbuh biasa-biasa saja, tetapi dorong agar mampu menjadi pribadi yang luar biasa,” ujarnya, Kamis, 29 Oktober 2026.
Ia berharap, kegiatan semacam ini dapat membangun iklim pendidikan yang dinamis, memberikan pengalaman bermakna bagi siswa, serta mendorong mereka berani berinovasi dan menghasilkan prestasi sesuai potensi masing-masing. (***)