Pendidikan

SMAN 2 Bangun Ekosistem Sekolah Digital, Layanan Pendidikan Makin Terintegrasi


SMARTNEWS.ID – Transformasi digital mulai mengubah cara SMAN 2 Bandar Lampung menjalankan layanan pendidikan. Bukan sekadar memindahkan administrasi ke layar digital, sekolah tersebut membangun ekosistem yang menghubungkan pembelajaran, asesmen, administrasi hingga komunikasi dengan orang tua.

Kepala SMAN 2 Bandar Lampung, Sevensari, S.Pd., M.M, mengatakan pemanfaatan teknologi menjadi bagian dari upaya sekolah menghadirkan layanan pendidikan yang lebih efektif, transparan dan sesuai dengan kebutuhan zaman.

Menurutnya, digitalisasi dilakukan secara bertahap dengan menyasar berbagai aktivitas sekolah. Tujuannya bukan menggantikan peran guru maupun tenaga kependidikan, melainkan membantu pekerjaan menjadi lebih tertata sekaligus menyediakan data yang dapat digunakan untuk mengambil keputusan.

“Teknologi bukan sekadar perangkat pendukung, tetapi menjadi jembatan untuk menghadirkan layanan pendidikan yang lebih mudah, cepat, transparan dan berbasis data,” ujarnya, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Salah satu inovasi yang dikembangkan yakni SIPsmanda (Sistem Informasi Pembelajaran). Platform tersebut digunakan untuk mendukung aktivitas akademik guru, mulai dari perangkat pembelajaran, jadwal mengajar, presensi, jurnal hingga penilaian peserta didik.

SIPsmanda mulai diterapkan pada Tahun Ajaran 2025/2026 dan secara bertahap menjadi bagian dari aktivitas pembelajaran di lingkungan SMAN 2 Bandar Lampung.

Digitalisasi juga diterapkan dalam proses evaluasi melalui ASAsmanda. Platform asesmen digital tersebut membantu sekolah mengelola kegiatan evaluasi secara lebih efektif sekaligus menghasilkan data yang dapat menjadi bahan pemetaan dan perbaikan pembelajaran.

“Yang kami bangun bukan hanya aplikasi, tetapi sebuah sistem yang saling terhubung. Data yang dihasilkan harus memberikan manfaat untuk meningkatkan kualitas layanan dan pembelajaran,” katanya.

Sementara untuk kebutuhan layanan administrasi, sekolah mengembangkan SisterSMANDA (Sistem Informasi Terpadu). Sistem tersebut mengintegrasikan sejumlah layanan, seperti buku tamu digital, perpustakaan, peminjaman sarana dan prasarana, layanan UKS serta administrasi sekolah lainnya.

Kehadiran sistem terpadu itu membuat berbagai layanan dapat diakses dengan lebih praktis dan terdokumentasi. Sekolah juga dapat memiliki rekam data yang lebih rapi untuk mendukung pengelolaan layanan.

Menariknya, transformasi digital SMAN 2 turut melibatkan orangtua. Sekolah memanfaatkan notifikasi otomatis melalui Telegram untuk memberikan informasi mengenai aktivitas peserta didik.

Orangtua dapat memperoleh pemberitahuan terkait kehadiran anak di sekolah maupun kelas, aktivitas ibadah, kunjungan ke perpustakaan hingga layanan UKS.

Menurutnya, keterlibatan orangtua menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berlangsung di ruang kelas.

“Kolaborasi sekolah dan orang tua sangat penting. Dengan informasi yang diterima secara lebih cepat, orang tua bisa ikut memantau perkembangan kedisiplinan dan kebiasaan anak selama berada di sekolah,” ujarnya.

Ia mengatakan, transformasi digital akan terus dikembangkan sesuai kebutuhan sekolah. Namun, penerapan teknologi tetap harus berjalan beriringan dengan nilai-nilai pendidikan.

Bagi SMAN 2, teknologi bukan tujuan akhir. Teknologi digunakan sebagai sarana untuk memperkuat pelayanan, membantu guru, memudahkan peserta didik, melibatkan orang tua serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat.

“Semangatnya adalah melaju bersama teknologi. Kita ingin sekolah terus adaptif dan inovatif, tetapi tetap menjadikan pendidikan, pembentukan karakter dan pelayanan kepada peserta didik sebagai tujuan utama,” kata dia. (***)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close