SMARTNEWS.ID – Udara sejuk Bukit Aslan menjadi saksi ketika lebih dari 100 siswa SMAN 2 Bandar Lampung mulai belajar tentang arti menjadi seorang pemimpin. Selama dua hari, pada 28-29 Agustus 2026, mereka meninggalkan rutinitas ruang kelas untuk mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK).
Bagi para siswa yang baru saja dilantik sebagai pengurus OSIS, MPK, dan perwakilan ekstrakurikuler pada 17 Agustus 2026, LDK bukan sekadar kegiatan di luar sekolah.
Di tengah suasana alam terbuka, mereka belajar bahwa kepemimpinan bukan tentang siapa yang paling depan atau siapa yang memiliki jabatan, tetapi tentang siapa yang siap memikul tanggung jawab, bekerja bersama dan menjadi teladan.
Kepala SMAN 2 Bandar Lampung Sevensari, S.Pd., M.M, mengatakan LDK menjadi tahapan penting untuk mempersiapkan para siswa menjalankan amanah organisasi selama Tahun Ajaran 2026/2027.
“LDK ini bukan hanya memberikan pengetahuan tentang organisasi, tetapi juga bagaimana anak-anak belajar bertanggung jawab, bekerja sama, mengambil keputusan dan menjadi teladan bagi teman-temannya,” ujarnya, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Sejak pukul 06.00 WIB, Jumat pagi, para peserta telah berkumpul dan diberangkatkan dari sekolah menuju Bukit Aslan. Sesampainya di lokasi, kegiatan langsung diisi dengan berbagai materi dan aktivitas pembinaan.
Para siswa mendapatkan materi kepemimpinan, kedisiplinan, manajemen organisasi, penyusunan program kerja hingga strategi melaksanakan program kerja.
Materi tersebut diberikan agar para pengurus OSIS dan MPK tidak sekadar memiliki jabatan, tetapi memahami bagaimana sebuah organisasi dijalankan dan bagaimana sebuah gagasan dapat diwujudkan menjadi program yang bermanfaat.
LDK ini dipersiapkan selama beberapa pekan oleh pihak sekolah melalui kolaborasi bersama Happy Camp Institute. Pelaksanaannya dikoordinasikan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Hi. Dwi Atmanto, S.Pd, bersama para pembina OSIS.
Dimulai Dari Karakter
Di balik berbagai materi organisasi, sekolah juga menempatkan pembentukan karakter sebagai bagian penting dalam LDK.
Para siswa muslim mengikuti salat berjamaah dan qiamul lail. Pesan yang ingin ditanamkan sederhana, seorang pemimpin tidak cukup hanya cakap mengatur orang lain, tetapi juga harus memiliki kedisiplinan, integritas dan akhlak.
Suasana kemudian berubah lebih santai melalui senam dan outbound. Para siswa ditantang untuk saling percaya, berkomunikasi dan bekerja sebagai satu tim.
Di sinilah batas antara pengurus OSIS, MPK dan anggota ekstrakurikuler seakan melebur. Mereka belajar bahwa keberhasilan sebuah organisasi tidak mungkin dicapai seorang diri.
Keakraban semakin terasa ketika malam tiba. Di tengah kawasan Bukit Aslan yang asri, para siswa berkumpul dalam agenda malam keakraban dan api unggun.
Tawa, diskusi dan kebersamaan menjadi bagian dari pengalaman yang tidak mereka dapatkan setiap hari di ruang kelas.
Bagi sekolah, pengalaman tersebut justru menjadi bagian penting dari proses pembelajaran kepemimpinan.
Sevensari mengatakan lingkungan alam dipilih untuk memberikan pengalaman berbeda kepada siswa sekaligus menciptakan suasana pembinaan yang lebih dekat dan membangun kekompakan.
“Harapannya, pengalaman selama LDK ini bisa mereka bawa kembali ke sekolah dan diterapkan dalam menjalankan organisasi maupun kehidupan sehari-hari,” katanya.
LDK Bukan Garis Akhir
Setelah dua hari mengikuti berbagai kegiatan, para siswa akhirnya kembali membawa pengalaman baru. Namun, bagi SMAN 2 Bandar Lampung, LDK justru menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar.
Para pengurus OSIS, MPK dan perwakilan ekstrakurikuler kini dituntut membuktikan hasil pembelajaran tersebut melalui program nyata di sekolah.
Mereka diharapkan mampu menjadi penggerak kegiatan positif, menjaga kekompakan, menyelesaikan persoalan secara bersama, sekaligus menjadi contoh bagi siswa lainnya.
Ia mengatakan, sekolah ingin membentuk generasi yang tidak hanya mampu mengejar prestasi akademik, tetapi juga memiliki kemampuan memimpin dan memberikan manfaat bagi lingkungan.
“Anak-anak ini nantinya bukan hanya diharapkan menjadi pemimpin di sekolah, tetapi juga memiliki karakter dan kemampuan untuk menjadi pemimpin di masa depan,” ujarnya. (***)