UIN Raden Intan Lampung

UIN RIL dan Tulang Bawang Perkuat Kolaborasi, Riset Hingga Pendidikan Jadi Fokus


SMARTNEWS.ID – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) dan Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang (Tuba) sepakat memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, riset, hingga pengembangan potensi daerah.

Kesepakatan itu dituangkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) di Ruang Rapat Rektor Lantai 8 Gedung Academic & Research Center UIN RIL, Jumat, 18 September 2026.

Rektor UIN RIL Prof. H. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D, mengatakan bahwa kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada seremoni penandatanganan.

Menurutnya, MoU harus diterjemahkan menjadi program yang memberikan manfaat bagi kedua pihak, termasuk dalam pengembangan sumber daya manusia.

“Tidak sedikit anak-anak kita, mahasiswa, berasal dari Tulang Bawang. Tentu saja membutuhkan perhatian bersama. Mereka adalah aset kita bersama untuk menyongsong Indonesia Emas pada 2045 mendatang,” ujar Wan Jamaluddin.

Salah satu peluang kolaborasi yang dibahas yakni rencana penerjemahan Al-Qur’an ke dalam bahasa Lampung dialek “O”. Sebelumnya, UIN RIL bersama Pemerintah Kabupaten Pringsewu telah mengembangkan terjemahan Al-Qur’an berbahasa Lampung dialek “A”.

Kerja sama juga diarahkan pada penguatan riset dan penelitian untuk mendukung pembangunan daerah. Pemkab Tulang Bawang dinilai memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan melalui dukungan akademik UIN RIL.

Rektor membuka peluang bagi pemerintah daerah untuk memanfaatkan sumber daya dan kepakaran yang dimiliki UIN RIL. Kolaborasi, kata dia, tidak terbatas pada tridharma perguruan tinggi, tetapi dapat diperluas sesuai kebutuhan.

Dalam kesempatan itu, Wan Jamaluddin juga memaparkan perkembangan UIN RIL. Pada semester ganjil Tahun Akademik 2026/2027, hampir 4.000 mahasiswa baru mulai menjalani perkuliahan. UIN RIL juga telah membuka Program Studi Kedokteran.

Dukungan terhadap mahasiswa asal Tulang Bawang turut menjadi perhatian. Rektor berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan pendidikan, termasuk melalui skema bantuan pendidikan bagi mahasiswa dari Tulang Bawang.

Di sisi lain, UIN RIL terus mendorong peningkatan mutu pendidikan sekaligus pembangunan kampus berkelanjutan. Dalam UI GreenMetric 2026, UIN RIL tercatat berada di peringkat 8 nasional dan peringkat 1 nasional untuk kategori PTKIN.

Capaian tersebut menjadi bagian dari komitmen kampus dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs).

Sementara itu, Bupati Tulang Bawang Drs. Hi. Qudrotul Ikhwan Karyonagoro, M.M, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menilai perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membantu pemerintah daerah merumuskan kebijakan pembangunan berbasis riset.

Menurut Qudrotul, Tulang Bawang memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan, antara lain pertanian, perikanan, dan peternakan.

Di sektor pertanian, Tulang Bawang memiliki hampir 5.000 hektare sawah dan berdasarkan data yang disampaikannya menempati peringkat ketiga di Provinsi Lampung. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan.

“Melihat potensi Tulang Bawang tentu UIN bisa dilakukan sinergi kolaborasi untuk memaksimalkan. Karena apa yang dilakukan pemerintah itu harus bersumber hasil riset atau penelitian,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik. Penguatan sumber daya manusia juga menjadi bagian penting agar pembangunan memiliki fondasi yang berkelanjutan.

Karena itu, Qudrotul berharap MoU bersama UIN RIL dapat segera diturunkan menjadi program nyata, baik dalam bentuk dukungan finansial maupun nonfinansial.

“Mudah-mudahan kesepakatan ini tidak hanya seremonial di atas kertas, tapi banyak hal-hal konkret yang kita implementasikan, baik itu yang memerlukan dukungan finansial maupun moral,” katanya. (***)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close