Pendidikan

Sekolah Beri Tali Asih, Pemulihan Siswa SDN 2 Way Dadi Jadi Fokus Bersama


SMARTNEWS.ID – Perhatian terhadap pemulihan siswa SDN 2 Way Dadi, Kota Bandar Lampung, terus dilakukan setelah perselisihan yang melibatkan MRP dan J diselesaikan secara kekeluargaan.

Pada Selasa, 29 September 2026, pihak SDN 2 Way Dadi memberikan tali asih kepada keluarga MRP di kediamannya. Pemberian tersebut dihadiri kepala sekolah, seluruh guru, dan tenaga kependidikan.

Kepala SDN 2 Way Dadi, Sumiyati, M.Pd., mengatakan kunjungan tersebut menjadi bentuk kepedulian sekolah terhadap kondisi MRP sekaligus memastikan hubungan antara sekolah dan keluarga tetap terjalin dengan baik.

“Kami datang untuk memberikan tali asih sekaligus melihat kondisi MRP. Alhamdulillah, kedua orang tua MRP menyambut kami dengan hangat,” ujar Sumiyati.

Kunjungan tersebut juga diikuti sejumlah pihak, di antaranya Komnas Perlindungan Anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Bandar Lampung, Camat Sukarame, serta Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung.

Menurut Sumiyati, kehadiran sejumlah pihak tersebut menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan tidak hanya berhenti pada kesepakatan perdamaian, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan terhadap anak.

“Perselisihan ini sudah diselesaikan dan dituangkan secara tertulis. Sekarang yang menjadi perhatian kami adalah bagaimana anak-anak bisa kembali pulih dan menjalani aktivitasnya seperti biasa,” katanya.

Perselisihan Dua Siswa SDN 2 Way Dadi Berakhir Damai, Sekolah Fokus Pulihkan MRP

Siswa Akan Dapat Terapi Psikolog

Dalam kunjungan tersebut, orang tua MRP juga mendapatkan penjelasan mengenai rencana pendampingan psikologis yang akan diberikan Dinas PPPA Kota Bandar Lampung.

Sumiyati mengatakan, MRP dan J, termasuk dirinya sebagai kepala sekolah, akan mendapatkan terapi psikolog sebagai bagian dari penanganan pascaperselisihan.

“Orang tua MRP sudah kami jelaskan bahwa MRP dan J, serta saya sebagai kepala sekolah, akan diberikan terapi psikolog oleh Dinas PPPA,” ujarnya.

Terapi tersebut, kata dia, diharapkan dapat membantu proses pemulihan psikologis pihak-pihak yang terlibat sekaligus mendukung terciptanya kembali suasana yang aman dan nyaman di lingkungan sekolah.

Sumiyati berharap proses pendampingan dapat berjalan baik sehingga MRP segera pulih dan dapat kembali mengikuti pembelajaran di sekolah.

“Kami berharap MRP cepat pulih dan bisa segera kembali sekolah. Kami ingin anak-anak bisa belajar dan beraktivitas kembali dengan nyaman,” katanya.

Pihak sekolah, lanjut Sumiyati, akan terus berkomunikasi dengan keluarga MRP selama proses pemulihan berlangsung.

Sekolah juga sebelumnya telah menyiapkan pendampingan pembelajaran melalui home visit agar MRP tetap memperoleh materi pelajaran selama belum dapat mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

Ia mengatakan, sekolah bersama pihak terkait akan terus memberikan perhatian hingga kondisi siswa benar-benar siap kembali ke lingkungan sekolah.

“Kami semua berharap persoalan ini menjadi pembelajaran bersama. Yang terpenting sekarang adalah pemulihan anak dan memastikan mereka tetap mendapatkan pendidikan serta pendampingan,” ujarnya. (***)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close