SMARTNEWS.ID – Sebanyak 1.883 lulusan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) resmi memasuki fase baru setelah mengikuti Wisuda Program Sarjana, Magister, dan Doktor Periode III Tahun 2026.
Namun, bagi Rektor UIN RIL Prof. H. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D, prosesi wisuda bukanlah garis akhir perjalanan akademik. Justru, wisuda menjadi pintu masuk menuju tantangan kehidupan yang sesungguhnya.
Pesan itu disampaikan Prof. Wan dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Periode III Tahun 2026 yang digelar di GSG K.H. Ahmad Hanafiah UIN RIL, Rabu, 30 September 2026.
“Momentum wisuda bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan sebuah gerbang awal untuk memasuki laboratorium kehidupan yang sesungguhnya,” ujar Prof. Wan.
Wisuda digelar dalam dua sesi, pagi dan siang. Prosesi tersebut dibuka Ketua Senat UIN RIL Prof. Dr. H. Idham Kholid, M.A.
Di hadapan ribuan lulusan, Prof. Wan mengingatkan bahwa gelar akademik yang diperoleh bukan sekadar simbol keberhasilan menyelesaikan pendidikan. Ilmu yang didapat selama berada di kampus harus diterjemahkan menjadi kemampuan untuk menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.
Ia menyebut keberhasilan para wisudawan tidak terlepas dari perjuangan dan doa orang tua, keluarga, dosen, serta para pembimbing.
Karena itu, menurutnya, capaian akademik tersebut harus dilanjutkan dengan kiprah nyata ketika para lulusan kembali ke tengah masyarakat.
Tantangan tersebut semakin besar di tengah perkembangan teknologi, era disrupsi digital, dan perubahan global yang berlangsung cepat.
Prof. Wan meminta lulusan UIN RIL tetap menggabungkan intelektualitas dengan spiritualitas dan integritas. Para alumni juga didorong memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Jangan pernah berhenti belajar. Dunia bergerak dengan sangat cepat. Teruslah meningkatkan kompetensi, upskilling, adaptif terhadap teknologi, namun tetap membumi dengan kearifan lokal,” pesannya.
Ia juga mendorong para lulusan menjadi intelektual yang solutif dengan memanfaatkan ilmu multidisipliner yang diperoleh selama menempuh pendidikan.
Nilai-nilai keislaman yang moderat dan toleran, kata dia, juga harus tetap menjadi bagian dari pengabdian alumni di berbagai bidang.
Bagi Prof. Wan, kemampuan akademik tanpa integritas tidak cukup untuk menghadapi kehidupan setelah kampus. Ia menekankan pentingnya kejujuran dan keluhuran akhlak sebagai nilai universal yang harus dibawa para lulusan di mana pun mereka berada.
Di sisi lain, UIN RIL juga mencatat sejumlah capaian institusional. Dalam pemeringkatan UI GreenMetric 2026, UIN RIL berada di peringkat kedelapan nasional untuk kategori kampus berkelanjutan dan hijau di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam.
Posisi tersebut meningkat dari peringkat ke-10 pada tahun sebelumnya. Pada tingkat global, UIN RIL juga naik dari peringkat 59 menjadi peringkat 44.
Namun, bagi Prof. Wan, prestasi institusi tersebut baru akan semakin bermakna apabila diteruskan melalui kiprah para alumni.
Ia berharap 1.883 wisudawan tidak hanya meninggalkan kampus dengan membawa ijazah, tetapi juga membawa ilmu, nilai, integritas, dan semangat pengabdian.
“Bawalah perubahan positif di manapun kaki saudara berpijak,” pesannya.
Prof. Wan juga mengajak para alumni menjaga nama baik almamater sekaligus terus menyampaikan kabar baik tentang UIN Raden Intan Lampung.
“Dengan bekal akademik, spiritualitas, integritas, dan kemauan untuk terus belajar, para lulusan diharapkan mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia,” kata dia. (***)