Pemprov Lampung

Ancaman Siber Meningkat, Lampung Pastikan Seluruh Daerah Punya Tim Tanggap Insiden


SMARTNEWS.ID – Ancaman serangan siber yang terus meningkat membuat pemerintah daerah dituntut memiliki sistem pertahanan digital yang semakin kuat. Di tengah kondisi tersebut, Provinsi Lampung memastikan seluruh kabupaten/kota telah memiliki Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) yang teregistrasi.

Capaian itu mendapat apresiasi dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melalui penghargaan kategori “Provinsi 100% Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) Teregistrasi”.

Penghargaan diterima Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela dari Kepala BSSN RI Nugroho Sulistyo Budi dalam acara Pengukuhan Bersama TTIS Sektor Pemerintahan dan Pembangunan Manusia di Auditorium Roebiono Kertopati, Kantor BSSN Sawangan, Depok, Selasa, 6 Oktober 2026.

Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi mengatakan keamanan siber saat ini tidak lagi sekadar persoalan teknis teknologi informasi. Keamanan siber telah menjadi bagian dari ketahanan nasional karena sistem digital pemerintah menyimpan data publik, transaksi ekonomi hingga layanan vital masyarakat.

Ancaman tersebut juga menunjukkan tren peningkatan. Berdasarkan data National Cyber Operations Center BSSN, anomali trafik serangan yang sebelumnya berada di kisaran 700 juta per tahun meningkat menjadi 5,5 miliar potensi serangan pada 2025.

Hingga triwulan IV 2026, BSSN mencatat sedikitnya 3,1 miliar potensi ancaman atau setara 133 potensi serangan setiap detik.

Dalam situasi tersebut, keberadaan TTIS di tingkat daerah dinilai penting karena menjadi pihak pertama yang merespons ketika terjadi insiden keamanan siber.

“Tim Tanggap Insiden Siber organisasi adalah merupakan first responder, pihak pertama yang mengetahui dan bertindak pertama kali manakala terjadi insiden,” kata Nugroho.

Menurutnya, TTIS daerah merupakan perpanjangan tangan BSSN dalam menangani insiden siber di lapangan. Karena itu, keberadaannya tidak boleh hanya berfungsi meneruskan laporan.

“Bukan hanya sekadar forwarder laporan,” tegasnya.

Provinsi Lampung menjadi salah satu daerah yang telah mencapai cakupan 100 persen TTIS teregistrasi hingga tingkat kabupaten/kota.

Capaian tersebut menunjukkan seluruh pemerintah kabupaten/kota di Lampung telah memiliki perangkat kelembagaan untuk mendeteksi, mencegah, menangani hingga memulihkan insiden keamanan informasi secara lebih terkoordinasi.

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengatakan capaian tersebut menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat pembangunan infrastruktur digital.

“Pada pagi hari ini, kami mewakili Pak Gubernur Lampung menerima penghargaan dari BSSN RI sebagai salah satu provinsi yang TTIS-nya seluruhnya lengkap di seluruh kabupaten/kota,” ujar Jihan.

Jihan menegaskan pembangunan digital di Lampung harus berjalan beriringan dengan aspek keamanan.

Menurutnya, pengembangan infrastruktur digital tidak cukup hanya mengejar kemajuan teknologi, tetapi juga harus memastikan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dengan sistem yang aman.

“Doakan semoga kami bisa mengawal pembangunan infrastruktur digital lebih baik dan lebih maju lagi di seluruh kabupaten/kota, dan tentunya manfaatnya dirasakan oleh masyarakat dan juga daerah. Tentu saja diimbangi dengan keamanan digital di masing-masing kabupaten/kota,” katanya.

Secara nasional, Nugroho mengatakan pembentukan TTIS/CSIRT di tingkat pusat dan daerah kini telah mencapai 97 persen.

Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan akhir 2024 yang baru mencapai sekitar 50 persen.

Namun, menurut Nugroho, pembentukan tim bukan menjadi titik akhir. Kapasitas TTIS masih harus diperkuat agar mampu menghadapi serangan siber yang semakin kompleks.

Penguatan tersebut mencakup kemampuan identifikasi, proteksi, deteksi, penanganan dan pemulihan insiden. Selain itu, diperlukan tata kelola berlapis melalui regulasi, SOP, pengamanan fisik, jaringan, aplikasi dan enkripsi data.

Kompetensi sumber daya manusia juga menjadi bagian penting dalam penguatan TTIS.

“Pengukuhan hari ini adalah langkah awal sejatinya, bukan akhir. Kapabilitas Tim Tanggap Insiden Siber masih perlu terus diperkuat secara bertahap dan berkelanjutan,” ujar Nugroho.

Ia mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi untuk menjaga ruang digital tetap aman. “Mari kita jaga ruang siber agar kita nyaman karena aman,” katanya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close