SMARTNEWS.ID – Pelestarian bahasa Lampung perlu dimulai dari bangku sekolah agar tidak kehilangan tempat di tengah perubahan zaman. Upaya tersebut diperkuat melalui Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) jenjang SD/MI dan SMP/MTs tingkat Kota Bandar Lampung yang diikuti 181 peserta didik yang digelar di SDN 2 Rawa Laut, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung, Kusrina, M.Pd, yang membuka kegiatan tersebut, mengingatkan pentingnya peran pendidikan dalam menanamkan kecintaan terhadap bahasa dan sastra daerah sejak usia dini.
Melalui festival bertema “Melestarikan Bahasa dan Sastra Lisan Lampung sebagai Warisan Budaya Generasi Muda” ini, sekolah diharapkan menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengenal, mempelajari, dan mengembangkan bahasa Lampung, sekaligus memahami nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Pelestarian bahasa daerah dinilai tidak cukup hanya dengan mengenalkannya dalam pembelajaran. Diperlukan pembiasaan, ruang berekspresi, serta keterlibatan guru dan lingkungan keluarga agar bahasa Lampung tetap digunakan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
FTBI, katanya, menjadi salah satu sarana untuk mewujudkan upaya tersebut melalui kompetisi yang menggabungkan keterampilan berbahasa, sastra lisan, seni bertutur, dan pengenalan aksara Lampung.

Selain menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal, kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan kreativitas, keberanian tampil, dan kepercayaan diri.
“Ajang ini sekaligus menjadi sarana penjaringan peserta terbaik yang berpotensi mewakili Kota Bandar Lampung pada jenjang perlombaan selanjutnya sesuai ketentuan yang berlaku,” kata dia.
Sementara itu, Ketua MGMP Bahasa Lampung sekaligus Ketua Panitia FTBI, Heriyadi, S.Pd, mengatakan festival ini sanga antusias diikuti peserta. Hal itu terlihat dari keterlibatan siswa SD/MI dan SMP/MTs dalam delapan kategori perlombaan yang disiapkan panitia.
Ia mengatakan, pada jenjang SD/MI, sebanyak 99 peserta mengikuti empat kategori, yakni mendongeng dengan 19 peserta, dendang syair 16 peserta, membaca aksara 36 peserta, serta sastra pepaccur/wawancan sebanyak 28 peserta.
Sementara itu, jenjang SMP/MTs diikuti 82 peserta, meliputi cerbun sebanyak 16 peserta, komedi tunggal 18 peserta, menulis aksara Lampung 29 peserta, dan pidato sebanyak 19 peserta.
“Komposisi perlombaan tersebut memberikan ruang bagi peserta didik untuk menunjukkan kemampuan dalam beragam bentuk ekspresi bahasa dan sastra Lampung, mulai dari tradisi lisan hingga keterampilan menulis aksara daerah,” ujar dia.
Diketahui pada pembukaan festival turut dihadiri Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Bandar Lampung, Hendri Irawan, M.Pd, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) SD Bandar Lampung, Siti Patmawati, M.Pd, para kepala SD dan SMP se-Kota Bandar Lampung. (***)