SMARTNEWS.ID – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) menargetkan peningkatan posisi dalam pemeringkatan Times Higher Education (THE) Sustainability Impact Ratings 2027. Kampus tersebut mempercepat pengumpulan data dari seluruh unit kerja dengan batas waktu pengiriman pada 5 November 2026.
Upaya itu dibahas dalam sosialisasi dan pengumpulan data pemeringkatan yang dikoordinasikan Pusat Sertifikasi, Akreditasi, dan Layanan Internasional (SALI) Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Senin, 26 Oktober 2026, di Gedung Academic & Research Center UIN Raden Intan Lampung.
Ketua LPM UIN Raden Intan Lampung, Bambang Irfani, Ph.D., mengatakan kampus terus berupaya memperbaiki posisi dalam pemeringkatan keberlanjutan tersebut. Pada 2025, UIN RIL berada di peringkat 1.000+, kemudian meningkat ke kelompok 801+ pada 2026.
Menurutnya, peningkatan peringkat membutuhkan dukungan data yang lengkap, akurat, dan terverifikasi dari seluruh unit kerja. Tanpa dukungan tersebut, tim pemeringkatan akan kesulitan menyusun laporan sesuai indikator yang ditetapkan.
“Tim ini tidak akan mampu melakukan apa-apa kalau tidak ada support data dari berbagai unit,” ujar Bambang.
Ia juga menekankan pentingnya membangun bank data institusi yang terstruktur dan mudah diakses. Sistem tersebut diharapkan memungkinkan setiap unit memperbarui data secara berkala sehingga kebutuhan pemeringkatan, akreditasi, dan audit dapat dipenuhi tanpa harus mengumpulkan ulang seluruh dokumen.
Kepala Pusat SALI, Fithrah Auliya Ansar, Ph.D., menjelaskan bahwa UIN RIL menyiapkan data untuk enam bidang Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Keenam bidang tersebut meliputi pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, pertumbuhan ekonomi, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, perdamaian dan keadilan, serta kemitraan untuk mencapai tujuan.
Selain kelengkapan dokumen, publikasi ilmiah dan kolaborasi penelitian juga menjadi perhatian dalam persiapan pemeringkatan.
Ketua Tim Adhoc THE, Suci Wulan Pawhestri, M.Si., menyoroti perlunya verifikasi dan pemetaan publikasi ilmiah terindeks Scopus selama tiga tahun terakhir agar sesuai dengan bidang SDGs yang menjadi fokus penilaian.
Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian, Prof. Yuberti, menekankan pentingnya penguatan kolaborasi dan pengelolaan data penelitian melalui bank data terintegrasi yang dapat diakses di lingkungan internal kampus.
Melalui koordinasi lintas unit tersebut, ia berupaya memastikan kesiapan data sebelum batas waktu pengiriman sekaligus memperkuat tata kelola informasi institusi untuk mendukung peningkatan daya saing perguruan tinggi. (***)