SMARTNEWS.ID – SMP Negeri 1 Bandar Lampung memadukan semangat kebangsaan, kreativitas, dan budaya literasi dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Bulan Bahasa, dan Hari Pahlawan tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, itu menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan bakat, menumbuhkan karakter, serta mengekspresikan kecintaan terhadap Tanah Air melalui beragam kegiatan edukatif dan kompetitif.
Rangkaian kegiatan diawali pada 26-27 Oktober 2026 dengan berbagai perlombaan yang melibatkan kreativitas, wawasan, keterampilan berbahasa, dan semangat kepahlawanan siswa. Sejumlah lomba yang digelar meliputi drama kepahlawanan dan kepedulian, cepat tepat, mendongeng, serta Nusantara Tone.
Kepala sekolah setempat, Yulia Budiarti, S.Pd, mengatakan lomba drama kepahlawanan dan kepedulian, siswa didorong untuk memahami nilai perjuangan, keberanian, empati, dan pengorbanan yang diwariskan para pahlawan.
Sementara itu, lomba cepat tepat menjadi sarana mengasah wawasan dan ketangkasan berpikir, sedangkan lomba mendongeng memberi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berbahasa, imajinasi, dan keberanian tampil di depan publik.
Adapun lomba Nusantara Tone, kata dia, menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap keberagaman yang menjadi identitas bangsa.
Puncak rangkaian kegiatan berlangsung, ujar dia, pada Rabu, 28 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Kegiatan diawali dengan upacara bendera yang diikuti guru dan siswa dengan mengenakan pakaian bernuansa Nusantara dan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.
Pemandangan tersebut menghadirkan suasana kebangsaan yang kental di lingkungan sekolah. Keberagaman busana yang dikenakan peserta upacara menjadi simbol bahwa perbedaan suku, budaya, dan tradisi merupakan kekayaan yang menyatukan bangsa Indonesia.
“Momentum tersebut sekaligus mengingatkan generasi muda terhadap makna Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, yakni tekad untuk bertanah air satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia,” ujarnya, Rabu, Oktober 2026.
Usai upacara, lanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pengumuman para pemenang lomba yang telah berlangsung selama dua hari. Pengumuman ini menjadi bentuk apresiasi terhadap usaha, kreativitas, keberanian, dan sportivitas siswa dalam mengikuti setiap perlombaan.

ARUNA Jilid 2
Salah satu agenda yang menjadi pusat perhatian, katanya, yakni peluncuran buku antologi cerpen ARUNA Jilid 2, yang memuat 31 judul cerita pendek karya siswa-siswi SMPN 1.
Peluncuran buku ini menjadi wujud nyata upaya sekolah dalam membangun budaya literasi sekaligus memberikan ruang bagi siswa untuk menuangkan gagasan, pengalaman, imajinasi, dan kepekaan terhadap lingkungan melalui karya tulis.
“Kehadiran antologi tersebut juga memperlihatkan bahwa kegiatan literasi di sekolah tidak berhenti pada membaca dan memahami teks, tetapi berlanjut pada kemampuan menghasilkan karya yang dapat dinikmati dan diapresiasi oleh orang lain,” katanya.
Menariknya, salah satu penulis dalam antologi ARUNA Jilid 2 merupakan siswa yang berhasil meraih juara II lomba cipta cerpen pada ajang Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kota Bandar Lampung tahun 2026.
“Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa minat dan bakat siswa di bidang sastra dapat berkembang ketika memperoleh ruang, pendampingan, serta kesempatan untuk berkarya. Pencapaian itu juga diharapkan memotivasi siswa lainnya untuk berani menulis, berkompetisi, dan menghasilkan karya yang berkualitas,” jelasnya.
Ia mengatakan, rangkaian kegiatan peringatan Hari Sumpah Pemuda, Bulan Bahasa, dan Hari Pahlawan dirancang bukan sekadar sebagai kegiatan seremonial, melainkan sebagai bagian dari proses pendidikan karakter dan pengembangan potensi murid.
Menurutnya, berbagai perlombaan dan kegiatan literasi tersebut diarahkan untuk menguatkan karakter cinta Tanah Air, kolaborasi, kreativitas, kemandirian, dan sportivitas. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung terwujudnya delapan dimensi profil lulusan.
“Pentingnya menciptakan iklim literasi yang kondusif agar setiap murid memiliki kesempatan untuk mengenali, mengembangkan, dan menunjukkan minat serta bakatnya, khususnya dalam bidang bahasa, sastra, dan kepenulisan,” katanya.
Melalui peluncuran antologi ARUNA Jilid 2, pihaknya berupaya menghadirkan pengalaman nyata bagi murid bahwa gagasan dan tulisan mereka memiliki nilai, dapat dibukukan, serta layak diapresiasi. Dengan demikian, budaya literasi diharapkan tumbuh sebagai bagian dari keseharian warga sekolah, bukan sekadar kegiatan untuk memenuhi agenda tertentu.
Generasi Kreatif
Selain memperingati momentum bersejarah nasional, kata dia, rangkaian kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan SMPN 1 dalam mengembangkan potensi murid untuk menghadapi ajang FLS3N tahun 2027.
Pengalaman mengikuti lomba mendongeng, menghasilkan cerpen, serta berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kreatif diharapkan dapat memperkuat keterampilan siswa dalam berekspresi, berkomunikasi, berpikir kritis, dan menghasilkan karya.
“Upaya ini sekaligus menegaskan pentingnya peran sekolah dalam menyediakan lingkungan belajar yang memberi ruang bagi keberagaman kemampuan dan potensi murid. Setiap anak memiliki kesempatan untuk bertumbuh, baik dalam bidang akademik, seni, bahasa, maupun sastra,” ujarnya.
Rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda, Bulan Bahasa, dan Hari Pahlawan Tahun 2026 di SMPN 1, pun menjadi perpaduan antara penanaman nilai kebangsaan, penghargaan terhadap jasa pahlawan, penguatan karakter, dan pengembangan budaya literasi.
“Melalui kegiatan tersebut, kami berharap semangat perjuangan para pemuda dan pahlawan dapat diterjemahkan oleh generasi sekarang ke dalam tindakan nyata, yakni belajar dengan tekun, berkarya dengan kreatif, berkolaborasi dengan sesama, menghargai perbedaan, serta berani menunjukkan kemampuan secara sportif,” katanya. (***)