SMARTNEWS.ID – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 25 Bandar Lampung menggelar Kokurikuler Expo Spandala 2026 dengan tema Bertumbuh dalam Proses, Menginspirasi lewat Aksi, di sekolah setempat, Rabu, 28 Oktober 2026.
Kegiatan yang dibuka Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung, Abdul Khanif, M.Pd, Rabu, 28 Oktober 2026, diharapkan menjadi wadah bagi peserta didik untuk menunjukkan kreativitas, mengembangkan potensi, serta menerapkan delapan dimensi profil lulusan melalui pengalaman belajar nyata.
“Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut dan berharap program serupa terus ditingkatkan sebagai bagian dari pengembangan potensi serta karakter peserta didik,” Khanif.
Ia mengatakan, kegiatan ini memberikan ruang kepada peserta didik untuk bertumbuh melalui proses belajar, berani menunjukkan kemampuan, serta menghasilkan karya yang bermanfaat.
“Pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman, praktik, dan interaksi dengan lingkungan,” ujar mantan kepala SMPN 2 Bandar Lampung itu.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pengalaman bermakna bagi seluruh siswa dalam membangun karakter positif dan menerapkan delapan dimensi profil lulusan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Kepala SMPN 25, Nurmalia, S.Pd., M.M, mengatakan kegiatan kokurikuler merupakan kesempatan bagi siswa untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di kelas dengan praktik kehidupan nyata.
Menurutnya, rangkaian Kokurikuler Expo Spandala 2026 sejak 12-30 Oktonber 2026, dapat mendorong siswa tidak hanya memahami materi pembelajaran, tetapi juga mengembangkan kreativitas, kemandirian, kemampuan berkolaborasi, dan tanggung jawab.
“Selama periode tersebut, siswa mengikuti pembelajaran yang melibatkan pencatatan indikator pada setiap elemen, penjelasan guru, serta diskusi bersama untuk meningkatkan pemahaman terhadap delapan dimensi profil lulusan dan mendorong penerapannya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Puncak kegiatan Expo Spandala akan berlangsung pada 27–29 Oktober 2026, katanya, setiap jenjang kelas menampilkan hasil pembelajaran melalui pameran karya dan pertunjukan kreativitas. Salah satu penampilan yang menarik perhatian adalah lagu-lagu sains yang dinyanyikan secara berkelompok di atas panggung.
“Pertunjukan tersebut menjadi cara kreatif untuk menyampaikan pengetahuan ilmiah melalui seni dan musik. Siswa berkesempatan mengembangkan kemampuan berkomunikasi, keberanian tampil di depan publik, serta kekompakan dalam menghasilkan pertunjukan bersama,” ujarnya.
Selain pertunjukan lagu sains dan pameran karya, Expo Spandala 2026 juga menghadirkan market day yang menampilkan beragam produk olahan pangan hasil kreativitas siswa.
Berbagai makanan berbahan dasar umbi-umbian, ikan, dan daging diperkenalkan dalam kegiatan tersebut. Siswa juga menampilkan produk bioteknologi pangan, seperti tempe, tape, dan yogurt, yang memperlihatkan pemanfaatan proses pengolahan dalam menghasilkan produk bernilai guna.
“Hal menarik lainnya adalah pengenalan kearifan lokal Lampung melalui produk bioteknologi tradisional, yakni tempoyak dan bekasam. Kedua makanan khas tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan kekayaan kuliner daerah sekaligus memperlihatkan penerapan pengetahuan sains dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan market day, katanya, siswa berkesempatan mempelajari proses pengolahan produk, mengenali potensi bahan pangan lokal, melatih keterampilan berwirausaha, serta memahami pentingnya kerja sama dan tanggung jawab dalam menjalankan kegiatan usaha.
“Pameran dan penjualan produk tersebut juga memberikan pengalaman bagi siswa untuk berkomunikasi dengan pengunjung, memperkenalkan hasil karya, serta menghargai proses yang diperlukan untuk menghasilkan sebuah produk,” jelasnya. (***)