Humaniora

Antisipasi Covid-19, Pelajar SMP Bandar Lampung Belajar Melalui Kelas Daring

SMARTNEWS.ID – Wali Kota Bandar Lampung Drs. Herman HN, M.M telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang Antisipasi Penyebaran Virus Disease atau Covid-19, di wilayah kota setempat.

Diantara isi SE tersebut, yakni meminta satuan pendidikan tingkat PAUD/TK, SD/MI/ SMP/MTs, PKBM dan lembaga kursus melaksanakan proses belajar mandiri sejak 16 – 28 Maret mendatang.

Hal tersebut telah disikapi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota, juga dengan mengeluarkan SE untuk satuan pendidikan dimaksud, guna menidaklajuti instruksi Wali Kota.

Dalam SE Disdikbud Kota dijelaskan bahwa selama masa itu, kegiatan belajar mengajar (KBM) pada satuan pendidikan dilakukan secara dalam jaringan (daring) atau online melalui aplikasi yang tersedia.

Salah satu pengajar SMPN 14 (kanan) saat mengikuti proses KBM melalui kelas maya dengan siswanya.

Seperti dilakukan SMPN 14 Bandar Lampung. Para pengajar melakukan KBM melalui kelas daring terhadap siswanya, menggunakan gadget seperti laptop dan smartphone, sebagai medianya.

Dinamakan kelas maya atau virtual class. Proses pembelajaran yang diikuti siswa dengan menerima materi yang disediakan pengajar melalui internet, cukup efektif dilakukan di sana.

Seperti dikatakan salahsatu pengajar, Suci Febrika, S.Pd, Rabu (18/3/2020). Bahwa KBM melalui kelas maya merupakan terobosan kekinian sebagai pengganti proses KBM bertatap muka langsung.

Menurutnya, banyak keunggulan dari sistem tersebut. Diantaranya, siswa lebih fokus, pengerjaan tugas-tugas dapat dikerjakan di tempat, serta hasil dari proses pembelajaran dapat diketahui secara langsung.

“Pembelajaran yang saya lakukan ini menggunakan aplikasi kelas sekolah daring atau Edmodo. Aplikasi ini cukup membantu siswa,” kata dia yang juga guru mata pelajaran Matematika itu.

Dewan guru SMPN 14, membersihkan tangan menggunakan hand sanitizer, upaya penanggulangan virus dan bakteri.

Kepala SMPN 14 Abdul Khanif, S.Pd mengatakan, pembelajaran melalui kelas maya di sekolahnya memberikan andil yang cukup besar dalam mengembangkan kompetensi siswa.

Kelas maya menurutnya sangat dianjurkan, karena prosesnya mudah dilakukan. “Kelas maya seperti dilakukan Ibu Suci, sesuai visi misi sekolah yakni meningkatkan kompetensi siswa melalui kognitifnya,” ujar dia.

Sementara Sekretaris Disdikbud Kota Eka Afriana, S.Pd., M.Si mengatakan, kelas maya dilakukan oleh sejumlah pengajar di SMPN 14 merupakan contoh baik ditunjukkan sekolah.

Dia mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dalam peningkatan mutu pembelajaran, sekaligus mengadaptasikan perubahan zaman yang kini memasuki era digital.

“Kelas maya di SMPN 14 merupakan salahsatu contoh sekolah yang menerapkan pembelajaran secara daring. Dan ini sangat efektif,” ujarnya didampingi Kabid Pendidikan Dasar Mega Puri, S.Pd., M.M itu.

Sekretaris Disdikbud Kota Eka Afriana, S.Pd. M.Si memotivasi guru SMPN 14, saat menyosialisasi pencegahan Covid-19.

Menurutnya, kelas maya juga menjadi alternatif dari pihak sekolah dalam memberikan pembelajaran terhadap siswa, yang kini diminta belajar dari rumah oleh pemerintah.

“Kami kira kelas maya ini adalah salahsatu pilihan proses pembelajaran. Terlebih situsasi seperti ini, siswa diminta belajar dari rumah untuk menghindari Covid-19,” kata dia.

Diketahui, proses pembelajaran daring juga dilakukan SMP lainnya di Kota Tapis Berseri. Selain aplikasi kelas sekolah daring, terdapat sekolah menggunakan aplikasi WhatsApp sebagai media pembelajaran.

Seperti di SMPN 33 Bandar Lampung. Setiap jam pelajaran berlangsung, pengajar dalam memberikan tugas belajar terhadap siswa melalui grup WhatsApp siswa.

Kendati siswa berada di rumahnya masing-masing, namun interaksi pembelajaran melalui WhatsApp tetap berlangsung. Dan siswa tetap semangat mengerjakan tugas yang diberikan.

“Proses belajar daring dan tatap muka yang membedakan hanya tempat dan media pembelajaran. Untuk materinya, sama saja,” ujar Kepala SMPN 33 Muhammad Yusri, S.Pd., M.M, Rabu.

Rita Resyanti – guru Bahasa Indonesia SMPN 33 – saat memberi bahan ajar kepada siswanya, melalui aplikasi WhatsApp.

Bila telah menyelesaikan tugas pelajaran, menurut dia, siswa wajib mengirimkan hasil tugasnya melalui grup WhatsApp. Hal itu untuk dilakukan penilaian oleh pengajarnya.

“Lima menit sebelum pelajaran berakhir, siswa diminta mengirim hasilnya. Bila tugas ada yang berbentuk gambar, siswa cukup memfotonya lalu mengirimkan melalui WhatsApp,” katanya.

Sedangkan hasil karya atau tugas dalam bentuk fisiknya, menurut dia wajib diberikan siswa kepada pengajar pelajaran masing-masing, saat kembali ke sekolah pada 30 Maret mendatang.

“Belajar melalui aplikasi WhatsApp ini, agar siswa tetap mendapat ilmu pengetahuan, sekaligus untuk menghindari siswa ke luar rumah, selama merebaknya isu Covid-19,” kata dia. (YUS)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close