Nasional & Internasional

BAN S/M Reformasi Manajemen Sistem Akreditasi

Rancang Sistem Baru Secara Digital


SMARTNEWS.ID – Badan Akreditasi Nasional-Sekolah/Madrasah (BAN S/M) mereformasi kualitas manajemen sistem akreditasi sekolah/madrasah. Reformasi yang dilakukan BAN S/M mencakup level mendasar, yaitu merancang sistem baru yang responsif terhadap digitalisasi.

Harapannya, dengan sistem dashboard monitoring secara otomatis dapat memberi notifikasi jika ada sekolah/madrasah yang kualitasnya menurun dengan sistem peringatan terkomputerisasi.

Ketua BAN/S-M, Toni Toharudin, mengatakan jumlah sekolah terakreditasi di Indonesia semakin banyak. Begitupun sekolah dengan status A dan B yang makin meningkat kuantitasnya. Bahkan, sepanjang 2020 telah melakukan akreditasi 5000 sekolah.

Dia mengatakan, ada tiga sasaran akreditasi, yaitu adanya indikasi penurunan kinerja menurut dashboard, sekolah/madrasah ingin meningkatkan status akreditasi, dan laporan masyarakat yang terverifikasi.

“Namun, karena dashboard mendapatkan data berjenis sekunder yang berasal dari basis data kementerian yang terintegrasi, dashboard baru akan efektif jika data memiliki integritas,” ujar dia seperti melansir dari laman Kemdikbud, Kamis (24/12/2020).

Adapun data dimaksud, lanjut dia, pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kemdikbud, Education Management Information System milik Kementerian Agama, serta data Asesmen Kompetensi Minimal, Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar yang terpadu dalam Asesmen Nasional.

Sementara pada sistem penetapan akreditasi sekolah/madrasah, peran asesor juga tidak kalah penting dalam memberikan penilaian. Asesor diharapkan dengan jujur memberikan penilaian berdasarkan kondisi nyata yang ada di lapangan.

BAN S/M sendiri terus melakukan pelatihan kepada asesor yang nantinya siap turun ke lapangan. “Kami juga melakukan filterisasi dan memberikan pelatihan kepada para asesor untuk memberikan asesor yang berkualitas,” ujarnya.

Terkait kendala akreditasi pada sekolah di daerah 3T, menurutnya, BAN S/M tengah mengkaji instrumen untuk akreditasi pada daerah tersebut. “Kami masih mengkaji kriteria untuk mengakreditasi sekolah di daerah 3T,” terangnya. (**)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close