Pendidikan

Cegah Tawuran – Narkoba, Polisi Sambangi SMPN 17 Bandar Lampung


SMARTNEWS.ID – Upaya mencegah kenakalan remaja tidak cukup dilakukan setelah pelanggaran terjadi. Edukasi dan deteksi dini perlu diperkuat agar siswa memahami risiko tawuran, perundungan (bullying), balap liar, hingga penyalahgunaan narkoba.

Langkah itu dilakukan Polsek Telukbetung Utara melalui program Polisi Masuk Sekolah di SMP Negeri 17 Bandar Lampung, Senin, 26 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan dan upaya pencegahan agar pelajar tidak terjerumus dalam perilaku yang melanggar hukum, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

Kapolsek Telukbetung Utara AKP Anton Saputra, S.H., M.H, mengatakan program tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa sejak dini, terutama pelajar kelas IX yang sedang berada pada fase penting dalam perkembangan usia remaja.

Menurut Anton, para pelajar perlu dibekali pemahaman mengenai konsekuensi tindakan yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, sekolah, maupun lingkungan masyarakat.

“Pencegahan harus dilakukan sejak dini. Anak-anak perlu mendapatkan pemahaman tentang bahaya narkoba, perundungan, tawuran, dan balap liar agar tidak terlibat dalam tindakan yang melanggar hukum,” ujarnya.

Ia mengatakan, pembinaan generasi muda bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Peran orang tua, guru, kepala sekolah, dan seluruh pemangku kepentingan juga dibutuhkan untuk membentuk karakter serta perilaku siswa.

Ia juga mengingatkan pentingnya kepekaan orang tua dan tenaga pendidik terhadap perubahan perilaku anak. Jika ditemukan gejala yang mengarah pada pergaulan berisiko atau tindakan menyimpang, penanganan dan pendampingan perlu dilakukan sedini mungkin.

“Anak-anak merupakan generasi penerus bangsa. Karena itu, kita semua harus peduli dan bekerja sama agar mereka tumbuh dengan baik, disiplin, serta mampu menentukan arah masa depan yang positif,” katanya yang didampingi Bhabinkamtibmas Aiptu Samhudi, S.Pd., M.H.

Sementara itu, Kepala SMPN 17 Bandar Lampung, Jondri Haryadi, M.Pd.I, menyambut baik program tersebut. Ia berharap kegiatan edukasi kepolisian dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga siswa tidak hanya disiplin ketika berada di sekolah, tetapi juga mampu menjaga perilaku saat berada di rumah maupun di tengah masyarakat.

Menurut Jondri, pembentukan karakter membutuhkan kesinambungan antara pendidikan di sekolah dan pengawasan keluarga. Siswa diharapkan semakin taat terhadap tata tertib sekolah, tidak salah dalam memilih pergaulan, mematuhi aturan hukum, serta berbakti kepada orang tua.

“Kami berharap program ini terus berjalan dan ditingkatkan. Kami selalu memberikan ruang bagi pihak kepolisian untuk melakukan sosialisasi dan pembinaan kedisiplinan sejak dini kepada siswa,” ujarnya.

Ia yang kesempatan itu didampingi Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Siti Komariyah, M.Pd, itu  berharap sinergi antara sekolah dan kepolisian dapat memperkuat kesadaran siswa untuk menjauhi perilaku negatif dan membangun kebiasaan yang lebih disiplin.

“Kolaborasi polisi, sekolah, dan keluarga menjadi penting agar upaya mencegah tawuran, perundungan, balap liar, dan narkoba dapat dimulai sebelum persoalan muncul dan berkembang lebih jauh,” kata dia. (***)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close