Nasional & Internasional
Hingga 2024, Pemerintah Menarget 5000 SMK Mengikuti Program Revitalisasi
SMARTNEWS.ID — Pemerintah menarget revitasiliasi sekolah menengah kejuruan (SMK) di Tanah Air mencapai 5.000 SMK hingga 2024 mendatang. Program ini diharapkan membantu SMK menghasilkan lulusan berkualitas.
Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Agus Sartono, mengatakan setidaknya hingga kini ada 2600 SMK telah mengikuti program revitalisasi.
Menurutnya, jumlah itu akan terus ditambah guna menghasilkan lulusan yang secara kuantitas mencukupi kebutuhan industri. “Kami berharap dalam empat tahun ke depan bisa meningkat menjadi 5.000 SMK industri,” kata Agus dalam Indonesia Vocational Outlook 2020 secara daring, Senin (21/12/2020).
Dengan begitu, lanjut dia, pemerintah dapat melakukan penyesuaian jumlah angkatan kerja. Melalui itu, penyerapan tenaga kerja pun bisa semakin optimal.
“Revitalisasi juga mempertimbangkan bagiamana kita memperbaiki struktur angkatan kerja kita. Kita ingin fokus betul kepada 5.000 SMK ini,” terang dia.
Selain itu, pemerintah juga mengupayakan industri turut membangun politeknik di kawasan ekonomi khusus (KEK). Hal itu bisa meningkatkan akses para lulusan SMK untuk mengambil jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
“Politeknik baru di KEK maupun ekonomi baru, pertama supaya kita bisa meningkatnkan lulusan smk tadi bisa kuliah, akses magang dengan adanya itu akses magang lebih mudah,” kata dia. (**)