Humaniora
Sekretaris Disdikbud: Guru Harus Mampu Memberikan Terbaik Bagi Masyarakat
BANDAR LAMPUNG — Tenaga pendidik atau guru di Bandar Lampung, harus menjadi cermin dan contoh bagi guru di provinsi Lampung. Guru dituntut bekerja disipilin, bertanggung jawab, dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat Lampung.
Hal ini dikatakan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bandar Lampung Eka Afriana, S.Pd., M.Si, saat membuka In House Training (IHT) Pengembangan Perangkat Pembelajaran, di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Lampung, Jumat (25/1/2019).
Turut pula hadir pada pembukaan IHT, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Mega Puri, S.Pd., M.M, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD Dra. Ratna Aini, M.Pd, dan Widyaiswara LPMP Lampung Bambang Irawan, M.Pd.
Sekretaris mengatakan, guru memiliki tugas sangat mulia yakni mencerdaskan anak bangsa. Guru di kota tapis berseri ini harus kreatif, inovatif, unggul disegala bidang, serta mampu berkompetisi dengan siapapun dalam hal ilmu pengetahuan.
“Guru jangan pernah bermalas-malasan dalam bekerja. Bila terdapat guru demikian, maka sebaiknya diganti dengan yang lain, terlebih guru honor. Kami ingin guru di Bandar Lampung menjadi cermin bagi guru di provinsi ini,” ujar Sekretaris.
Menurut dia, mulai tahun 2019, seluruh guru di bawah jajaran Disdikbud Bandar Lampung, akan dinilai dan diberikan rapor sebagai bukti dalam melaksanakan pekerjaan. Penilaian akan dilaksanankan oleh pengawas sekolah.
“Guru tidak hanya menilai siswanya saja, namun juga akan dinilai oleh pengawasnya masing-masing. Guru nantinya akan diberikan rapor sama seperti siswa sekolah. Rapor tersebut sebagai penilaian apa yang telah dikerjakan guru,” ujar dia.
Sementara itu, Ketua K3S SD Bandar Lampung Dra. Ratna Aini, M.Pd mengatakan, IHT yang dibuka Sekretaris Disdikbud pada hari ini, merupakan IHT angkatan ke-3 yang diikuti 320 guru SD.
Menurutnya, sejumlah guru SD tersebut berasal dari kecamatan Tanjung Senang, Kedamaian, dan Sukarame Bandar Lampung. “Pembukaa IHT pada hari ini merupakan angkatan ke-3. Guru-guru ini akan mengikuti IHT selama dua hari penuh,” kata dia. (yus)