Perguruan Tinggi

Unila Perkuat Keterbukaan Informasi, Publik Didorong Makin Mudah Akses Data

SMARTNEWS.ID – Universitas Lampung (Unila) terus memperkuat kualitas layanan informasi publik. Kampus menargetkan informasi mengenai kebijakan, program, dan layanan universitas semakin mudah diakses masyarakat.

Komitmen tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Dampak Kualitas Layanan Informasi terhadap Pemenuhan Kepentingan Masyarakat” di Ruang Sidang Utama Rektorat Unila, Senin, 21 September 2026.

Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., mengatakan keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam membangun pelayanan perguruan tinggi yang semakin baik.

Menurutnya, informasi publik harus disediakan secara terbuka, akurat, mudah diakses, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Karena itu, keterbukaan informasi harus kita tempatkan sebagai bagian dari budaya kerja dan budaya pelayanan di Universitas Lampung,” ujar Lusmeilia.

Langkah tersebut tidak hanya menyasar pengelola informasi. Seluruh unit kerja di lingkungan Unila didorong aktif memperkuat penyediaan dan pemutakhiran informasi, dokumentasi, serta penyampaian informasi melalui berbagai kanal komunikasi.

Dengan langkah itu, masyarakat tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga memperoleh akses informasi yang lebih jelas dan terpercaya ketika membutuhkan layanan maupun mengetahui kebijakan universitas.

FGD tersebut juga menjadi ruang bagi Unila untuk mengevaluasi sekaligus menyamakan persepsi mengenai pelaksanaan keterbukaan informasi publik.

Kehadiran Komisioner Komisi Informasi Pusat Dery Hendryan, S.H., M.H., C.Med., Sp.Ap., Kes., menjadi bagian penting dalam diskusi tersebut.

Rektor berharap forum itu melahirkan gagasan dan langkah konkret untuk meningkatkan kualitas layanan informasi di lingkungan Unila.

Ia menegaskan, keterbukaan informasi tidak semestinya hanya diarahkan untuk memenuhi indikator penilaian. Lebih dari itu, layanan informasi harus memberikan manfaat nyata bagi sivitas akademika dan masyarakat.

“Yang kita harapkan bukan hanya terpenuhinya indikator, tetapi bagaimana informasi yang kita kelola benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Senat Unila Prof. Dr. Herpratiwi, M.Pd., para wakil rektor, para kepala lembaga, kepala biro, wakil dekan bidang akademik dan kerja sama, serta anggota Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). (***)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close