SMARTNEWS.ID – Peringatan World Cleanup Day (WCD) 2026 di SMP Negeri 42 Bandar Lampung tidak hanya menjadi kegiatan membersihkan lingkungan sekolah. Lebih dari itu, kegiatan yang digelar bersama Komunitas Jejak Bermakna (JEJAMA) Lampung pada Jumat, 25 September 2026, menjadi sarana menanamkan kesadaran bahwa menjaga bumi merupakan tanggung jawab bersama yang harus dimulai sejak usia sekolah.
Ratusan siswa mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh antusias. Selain mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan, para pelajar juga terlibat dalam aksi penghijauan melalui penanaman pohon sebagai simbol komitmen menjaga keberlanjutan lingkungan untuk generasi mendatang.
Kepala sekolah setempat, Slamet Mulyono, M.Pd, mengatakan peringatan WCD merupakan momentum penting untuk membentuk karakter peserta didik agar tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan lingkungan.
Menurutnya, tantangan lingkungan saat ini tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah atau komunitas tertentu, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan bukan pekerjaan sesaat. Ini adalah kebiasaan yang harus dibangun setiap hari. Ketika siswa memiliki kepedulian terhadap lingkungan sejak sekarang, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang bertanggung jawab terhadap masa depan daerah dan bangsanya,” ujar dia.
Ia menjelaskan, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk perilaku peserta didik. Karena itu, pendidikan lingkungan perlu dilakukan melalui praktik nyata agar siswa dapat merasakan langsung manfaat menjaga kebersihan dan kelestarian alam.
Dalam kegiatan tersebut, katanya, para siswa mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan sampah, pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah, serta manfaat penghijauan bagi keberlangsungan ekosistem. Puncak kegiatan ditandai dengan penyerahan dan penanaman bibit pohon yang melibatkan siswa bersama Komunitas JEJAMA Lampung.
Ia menilai pohon yang ditanam tidak hanya akan memberikan manfaat lingkungan di masa depan, tetapi juga menjadi simbol harapan dan tanggung jawab yang diwariskan kepada generasi muda.
“Setiap pohon yang ditanam hari ini adalah investasi untuk masa depan. Kami berharap siswa dapat memahami bahwa tindakan kecil yang dilakukan sekarang akan memberikan dampak besar bagi kehidupan yang akan datang,” katanya.
Kolaborasi dengan Komunitas JEJAMA Lampung, katanya, juga menjadi bagian dari upaya memperluas gerakan kepedulian lingkungan di kalangan pelajar. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, siswa diajak menjadi agen perubahan yang mampu mengajak keluarga dan masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“Para siswa tampak aktif mengikuti seluruh rangkaian acara, mulai dari edukasi lingkungan hingga aksi penghijauan. Semangat kebersamaan yang terbangun menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh melalui kolaborasi antara sekolah, komunitas, dan siswa,” ujar dia.
Ia berharap nilai-nilai yang diperoleh siswa dalam kegiatan tersebut tidak berhenti setelah World Cleanup Day berakhir, tetapi menjadi budaya yang terus diterapkan baik di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
“Kami ingin melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas dan berprestasi, tetapi juga memiliki karakter kuat, peduli lingkungan, serta mampu menjadi pelopor perubahan positif di masyarakat,” kata dia. (***)