Pendidikan

Empat Inovasi SMPN 34 Antar Sekolah Raih Skor Inovasi Tertinggi III Tingkat Kota


SMARTNEWS.ID – SMPN 34 Bandar Lampung menorehkan prestasi membanggakan. Melalui empat program inovasi unggulan yang menyentuh bidang karakter, literasi, kepedulian lingkungan, hingga pembinaan integritas siswa, sekolah ini berhasil meraih skor inovasi tertinggi III tingkat SMP dalam ajang Inovasi Daerah Kota Bandar Lampung Tahun 2025.

Empat inovasi tersebut yakni Sebaya Spagapat (Senandung Baca Yassin dan Asmaul Husna SMPN 34 Bandar Lampung), RCTI Spagapat (Remaja Cakap Tanggap Integritas SMPN 34 Bandar Lampung), Gerimis (Gerakan literasI Menulis Cerita Inspiratif di Sekolah), dan Pisang Spagapat (Pisah Sampah Daur Ulanng SMPN 34 Bandar Lampung).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMPN 34 Bandar Lampung, Sari Murni, M.Pd, mengatakan capaian tersebut menjadi bukti bahwa inovasi sekolah tidak hanya berorientasi pada prestasi administratif, tetapi juga mampu membangun budaya positif di lingkungan pendidikan.

“Empat inovasi ini lahir dari kebutuhan sekolah untuk menciptakan peserta didik yang berkarakter, kreatif, peduli lingkungan, dan memiliki integritas. Alhamdulillah, program-program tersebut mendapat apresiasi hingga membawa sekolah meraih skor inovasi tertinggi III tingkat SMP Kota Bandar Lampung,” ujar Sari Murni usai menerima penghargaan.

Menurutnya, program Sebaya Spagapat menjadi salah satu inovasi yang memperkuat pendidikan karakter religius siswa. Kegiatan pembacaan Yasin dan Asmaul Husna secara rutin dinilai mampu menciptakan suasana sekolah yang lebih tenang, harmonis, dan membangun kedisiplinan spiritual peserta didik.

Sementara itu, RCTI Spagapat hadir sebagai wadah pembentukan karakter remaja yang tanggap, jujur, dan bertanggung jawab. Program ini membiasakan siswa untuk berani bersikap disiplin serta memiliki integritas dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.

Di bidang literasi, sekolah menghadirkan Gerimis, sebuah gerakan menulis cerita inspiratif yang mendorong siswa lebih aktif menuangkan gagasan dan pengalaman mereka dalam bentuk tulisan. Program tersebut dinilai berhasil meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi peserta didik.

“Anak-anak menjadi lebih percaya diri dalam menulis dan menyampaikan ide. Bahkan beberapa karya siswa mulai dipublikasikan di media sekolah dan kegiatan literasi,” kata Sari Murni.

Sedangkan inovasi Pisang Spagapat difokuskan pada pengelolaan sampah dan budaya daur ulang di lingkungan sekolah. Melalui program tersebut, siswa dibiasakan memilah sampah organik dan anorganik sejak dini sebagai bagian dari pendidikan peduli lingkungan.

Sari Murni menjelaskan, dampak dari empat inovasi itu dirasakan tidak hanya oleh sekolah, tetapi juga siswa dan masyarakat sekitar.

Bagi sekolah, inovasi tersebut mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih disiplin, religius, kreatif, bersih, dan berbudaya inovasi. Program-program itu juga meningkatkan citra positif sekolah di tengah masyarakat.

Untuk siswa, berbagai inovasi tersebut dinilai mampu membentuk karakter yang lebih baik, meningkatkan kemampuan literasi, menumbuhkan rasa percaya diri, serta membangun kesadaran menjaga lingkungan dan integritas sejak usia dini.

Sementara bagi masyarakat, program-program sekolah ikut memberikan pengaruh positif melalui pembiasaan budaya religius, kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, hingga lahirnya generasi muda yang lebih berkarakter dan kreatif.

“Harapan kami, inovasi ini tidak berhenti sebagai program sekolah saja, tetapi bisa menjadi budaya yang terus tumbuh dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” tutup Sari Murni. (***)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close