Pendidikan

Pukul 06.00 WIB Sudah di Sekolah, 30 Siswa SD IT Permata Bunda Kejar Hafalan Alquran


SMARTNEWS.ID – Sekitar 30 siswa SD IT Permata Bunda di Bandar Lampung memilih memulai hari lebih awal. Saat sebagian anak masih menikmati waktu istirahat, mereka sudah berada di sekolah untuk menghafal dan mengulang hafalan Alquran.

Kegiatan berlangsung setiap Senin hingga Kamis mulai pukul 06.00-07.00 WIB melalui program Takhusus. Program yang memasuki tahun kedua itu dibimbing musrifah atau tutor, Binti Fauziah (37).

Binti mengatakan, para peserta biasanya datang setelah salat Subuh untuk melakukan murojaah sekaligus menambah hafalan secara mandiri sebelum menyetorkannya kepada tutor.

“Anak-anak datang setelah subuh untuk murojaah dan menambah hafalan secara mandiri,” ujar Binti, Kamis, 27 Agustus 2026.

Program tersebut berbeda dengan pembelajaran tahfiz pada umumnya. Peserta tidak sepenuhnya bergantung pada tutor dalam proses menghafal. Mereka diarahkan untuk mampu mengatur proses hafalan secara mandiri sebelum melakukan setoran.

Karena itu, sekolah terlebih dahulu melakukan seleksi. Peserta harus memiliki kemampuan tilawah yang baik, minimal sudah mampu membaca Alquran, serta memiliki kemampuan menghafal secara mandiri.

Setiap peserta ditargetkan mampu menambah hafalan sedikitnya tujuh baris. Pembinaan dilakukan secara rutin pada pagi hari untuk menjaga konsistensi hafalan.

“Memang ada tahap seleksi. Anak-anak yang dipilih adalah mereka yang bacaannya sudah bagus dan mampu menghafal mandiri, karena program ini memang untuk percepatan hafalan,” kata Binti.

Dari sekitar 30 peserta, sekitar 12 di antaranya merupakan siswi. Peserta lainnya merupakan siswa laki-laki. Mereka berasal dari kelas 2 hingga kelas 6, dengan kelompok yang dibimbing Binti saat ini lebih banyak diisi siswa kelas 5 dan 6.

Ia mengatakan, program Takhusus tidak hanya diarahkan untuk menambah jumlah hafalan. Para siswa juga mendapat pembinaan tilawah, termasuk kemampuan membaca Alquran menggunakan lagu dan nada.

Kemampuan itu kemudian menjadi bekal bagi siswa untuk tampil dalam sejumlah kegiatan, seperti Musywil JSIT di Hotel Emersia, peringatan Hari Ibu di Masjid Al-Bakri, hingga pembukaan MPLS.

Prestasi di bidang Alquran juga mulai mengikuti proses pembinaan tersebut. Sejumlah siswa pernah meraih juara dalam perlombaan MTQ dan MHQ, termasuk juara II tingkat Rajabasa.

Pada tahun sebelumnya, bahkan ada seorang siswa yang mampu mencapai hafalan hingga 25 juz.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa pembiasaan menghafal secara konsisten sejak pagi dapat menghasilkan capaian yang cukup tinggi, meski prosesnya tetap membutuhkan kedisiplinan siswa dan dukungan lingkungan.

Ia mengatakan, membawa anak-anak belajar pada pagi hari juga bukan perkara mudah. Rasa kantuk, lapar, hingga kondisi siswa yang belum sepenuhnya siap menerima pembelajaran menjadi tantangan tersendiri bagi tutor.

Binti memilih pendekatan yang tidak menekan siswa. Motivasi diberikan agar proses menghafal tetap menjadi kegiatan yang menyenangkan.

“Bagaimana anak-anak itu tidak tertekan dan tetap menikmati proses menghafal,” ujarnya.

Menurut Binti, keberhasilan program Takhusus tidak hanya ditentukan oleh tutor. Kemauan anak untuk konsisten dan dukungan orang tua turut menjadi faktor penting agar kebiasaan menghafal dapat terus berjalan. (***)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close