SMARTNEWS.ID – Persaingan bisnis kuliner dan menjamurnya kedai kopi di Kota Bandar Lampung mendorong Taman Wisata Lembah Hijau memperluas lini usahanya. Tak hanya mengandalkan sektor wisata, Lembah Hijau kini masuk lebih jauh ke bisnis kuliner dengan menghadirkan Elha Coffee & Resto.
Elha Coffee & Resto resmi hadir sebagai ruang kuliner sekaligus tempat berkumpul masyarakat. Konsep yang ditawarkan pun dibuat berbeda dari tempat nongkrong pada umumnya.
Komisaris Utama Lembah Hijau, Irwan Nasution, mengatakan kehadiran Elha Coffee & Resto merupakan respons terhadap perkembangan bisnis kuliner dan tren kedai kopi yang semakin berkembang di Bandar Lampung.
“Kami menghadirkan tempat party, tetapi tanpa alkohol,” ujar Irwan dalam keterangan tertulis, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Menurut dia, inovasi menjadi bagian penting dalam menghadapi persaingan usaha yang semakin ketat. Karena itu, Lembah Hijau tidak ingin hanya bertumpu pada bisnis wisata, tetapi juga menangkap peluang dari perubahan gaya hidup masyarakat.
Ekspansi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pariwisata di Bandar Lampung. Kehadiran usaha baru diharapkan tidak hanya memberikan pilihan tempat kuliner dan hiburan, tetapi juga menciptakan peluang kerja bagi masyarakat lokal.
“Ini menjadi wujud komitmen Lembah Hijau dalam mendukung kemajuan pariwisata di Bandar Lampung,” kata Irwan.
Langkah ekspansi bisnis tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Bandar Lampung.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Bandar Lampung, Wilson Faisol, mengatakan keberadaan Elha Coffee & Resto dapat memberikan nilai tambah terhadap perekonomian daerah.
“Kehadiran Elha Coffee & Resto bukan hanya kabar baik bagi pengelola, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi perekonomian Kota Bandar Lampung serta menjadi ruang bersilaturahmi warga,” ujar Wilson.
Ia meminta pengelola tidak hanya mengejar pertumbuhan penjualan, tetapi menjaga kualitas produk, kebersihan, kenyamanan dan pelayanan.
“Kami berharap manajemen senantiasa menjaga profesionalitas, kerapian, keramahan dalam pelayanan, serta mematuhi ketentuan yang berlaku demi memperkuat daya tarik kuliner di Bandar Lampung,” kata dia. (***)