VIDEO: DOK MKKS SMA LAMPUNG
SMARTNEWS.ID – Kepedulian terhadap sesama ditunjukkan keluarga besar pendidikan jenjang SMA se-Provinsi Lampung. Melalui Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Provinsi Lampung, bantuan uang tunai senilai Rp60 juta disalurkan kepada tiga siswa yang rumahnya mengalami kebakaran di tiga daerah berbeda.
Penyerahan bantuan berlangsung di SMAN 1 Metro, Jalan AH Nasution No. 222, Yosodadi, Kota Metro, pada Kamis, 22 Oktober 2026. Bantuan tersebut diberikan kepada siswa dari SMAN 1 Tanjung Raja, Kabupaten Lampung Utara; SMAN 6 Metro, Kota Metro; dan SMA Ma’arif 4 Selagai Lingga, Kabupaten Lampung Tengah.
Ketua MKKS SMA Lampung, Drs. Suharto, M.Pd, mengatakan bantuan tersebut merupakan wujud kebersamaan dan partisipasi keluarga besar pendidikan dalam meringankan beban siswa yang tertimpa musibah.
“Kami ingin mereka merasakan bahwa di tengah kesulitan, ada keluarga besar pendidikan yang peduli dan siap membantu,” ujarnya yang juga Kepala SMAN 1 Bandar Lampung itu.
Ia menjelaskan, total bantuan sebesar Rp60 juta diberikan kepada tiga siswa dengan besaran yang disesuaikan berdasarkan tingkat kerusakan rumah masing-masing akibat kebakaran yang terjadi dalam sepekan terakhir.
“Kepedulian tersebut tidak semata-mata berupa bantuan materi, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai empati, solidaritas, dan gotong royong kepada peserta didik,”ujarnya.
Melalui aksi nyata ini, siswa diharapkan belajar bahwa kepedulian bukan sekadar nasihat di ruang kelas, melainkan sikap yang harus diwujudkan ketika melihat teman atau orang lain menghadapi kesulitan.
“Harapan kami, kegiatan ini dapat membangun kesadaran anak-anak untuk berempati dan peduli terhadap teman yang sedang mengalami musibah. Jangan sampai ada teman yang merasa sendirian ketika menghadapi kesulitan,” katanya.
Ia menambahkan, Kepedulian MKKS SMA terhadap siswa korban kebakaran bukan kali pertama dilakukan. Sebelumnya, bantuan berupa uang tunai senilai jutaan rupiah juga telah disalurkan kepada enam siswa yang rumahnya mengalami kebakaran di sejumlah daerah, yakni Kota Bandar Lampung, Kabupaten Way Kanan, Tanggamus, Lampung Selatan, dan Pesisir Barat.
Rangkaian bantuan tersebut, katanya, menunjukkan bahwa kepedulian keluarga besar pendidikan tidak berhenti pada satu kegiatan atau wilayah. Solidaritas terus dibangun agar siswa yang tertimpa musibah tetap memperoleh dukungan untuk menghadapi masa sulit.
“Kehilangan tempat tinggal bukan hanya menyisakan kerugian materi, tetapi juga dapat memengaruhi kenyamanan dan ketenangan mereka dalam menjalani pendidikan. Perhatian ini menjadi dukungan penting agar mereka dapat kembali menata kehidupan dan tetap bersemangat belajar,” ujarnya.
Ia berharap, semangat kebersamaan ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut membantu siswa yang mengalami musibah. Menurutnya, dunia pendidikan memiliki tanggung jawab tidak hanya membangun kecerdasan, tetapi juga menumbuhkan karakter dan kepedulian sosial.
“Aksi solidaritas ini menjadi pengingat bahwa sekolah bukan sekadar tempat menimba ilmu, melainkan juga ruang untuk menumbuhkan rasa kekeluargaan. Ketika seorang siswa tertimpa musibah, kepedulian seluruh ekosistem pendidikan dapat menjadi kekuatan untuk membantunya bangkit kembali,” tuturnya.
Menumbuhkan Kepedulian
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, S.STP., M.H, mengingatkan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kepedulian sosial, dan rasa kemanusiaan.
Menurutnya, solidaritas yang ditunjukkan para siswa, guru, kepala sekolah, dan MKKS SMA se-Lampung merupakan bagian penting dari pendidikan karakter. Nilai empati akan lebih bermakna ketika tidak berhenti sebagai materi pembelajaran, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata untuk membantu sesama.
“Kami berharap lingkungan sekolah menjadi ruang yang aman dan suportif bagi setiap peserta didik, termasuk mereka yang sedang menghadapi persoalan keluarga maupun musibah,” kata dia. (***)