Hiburan

Kangen Band Bubar


SMARTNEWS.ID – Kabar mengejutkan datang dari salah satu grup musik pop Melayu yang pernah menjadi fenomena besar di industri musik Tanah Air, Kangen Band. Setelah lebih dari dua dekade melewati perjalanan panjang, pergantian personel, masa vakum, hingga reuni, grup asal Bandar Lampung itu kini kembali menghadapi babak akhir perjalanan mereka.

Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Dodhy Hardiyanto, pendiri sekaligus gitaris Kangen Band, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Sabtu, 12 September 2026. Dalam unggahan tersebut, Dodhy mengumumkan pembubaran Kangen Band.

Pengumuman dari sosok yang menjadi salah satu motor kreatif Kangen Band itu sontak menjadi perhatian. Sebab, Kangen Band bukan sekadar grup musik bagi para penggemarnya. Nama tersebut telah menjadi bagian dari perjalanan musik pop Melayu Indonesia selama bertahun-tahun.

Namun, di balik keputusan tersebut, satu hal yang masih menjadi tanda tanya adalah alasan detail pembubaran. Dalam informasi yang menjadi dasar pemberitaan ini, Dodhy belum menjelaskan secara rinci alasan maupun dinamika internal yang melatarbelakangi keputusan tersebut.

Dari Bandar Lampung

Kisah Kangen Band bermula di Bandar Lampung. Grup ini dibentuk pada 4 Juli 2005 oleh Dodhy Hardiyanto bersama teman-temannya. Sebelum menggunakan nama Kangen Band, kelompok tersebut memiliki akar dari grup bernama Cleopatra.

Pada masa awal, mereka masih jauh dari gemerlap industri musik. Para personelnya bahkan menjalani pekerjaan sederhana untuk bertahan hidup sekaligus membiayai aktivitas bermusik.

Dodhy pernah bekerja sebagai kuli bangunan, Andika Mahesa berjualan cendol, Bebe membantu orang tuanya berjualan nasi uduk, sedangkan Tama pernah berjualan sandal. Kehidupan sederhana tersebut justru menjadi bagian dari cerita yang membuat perjalanan Kangen Band begitu dekat dengan masyarakat.

Menariknya, Andika sebenarnya tidak sejak awal menjadi vokalis utama. Dodhy sempat menjadi vokalis sekaligus gitaris. Ketika Dodhy mengalami masalah tenggorokan, Andika yang sebelumnya berada di lingkungan mereka kemudian dipercaya mengisi posisi vokal. Karakter suara Andika dinilai cocok dengan lagu-lagu ciptaan Dodhy.

Dari sinilah salah satu pasangan kreatif paling dikenal dalam sejarah Kangen Band terbentuk, Dodhy sebagai gitaris sekaligus pencipta lagu dan Andika sebagai vokalis.

Menembus Jakarta

Perjalanan Kangen Band menuju popularitas juga memiliki cerita yang tidak biasa.

Sebelum mendapatkan kontrak besar, mereka memproduksi dan menggandakan sendiri lagu-lagu mereka. CD berisi lagu Kangen Band kemudian disebarkan secara gratis kepada sopir angkot di Lampung.

Strategi sederhana tersebut ternyata efektif. Lagu-lagu mereka mulai sering diputar di angkot dan perlahan dikenal masyarakat. Dodhy pernah menceritakan bahwa Andika dan Tama menjadi orang yang menyebarkan CD tersebut, sementara Dodhy bertugas melakukan penggandaan.

Fenomena itu membuat Kangen Band dikenal bahkan sebelum wajah para personelnya benar-benar diketahui publik. Pada 2007, Liputan6 bahkan menggambarkan mereka sebagai “band hantu”, karena lagu-lagunya sudah beredar luas sementara sosok para personelnya belum banyak dikenal.

Momentum besar datang ketika mereka bergabung dengan Warner Music Indonesia dan merilis album perdana Tentang Aku, Kau dan Dia pada 2007. Album tersebut memuat lagu-lagu yang kemudian menjadi identitas Kangen Band, antara lain “Tentang Bintang”, “Penantian Yang Tertunda”, “Tentang Aku Kau dan Dia”, “Selingkuh” dan sejumlah lagu lainnya.

Album perdana itu bahkan dilaporkan meraih Golden Award setelah penjualannya melampaui 150 ribu kopi.

Tak Pernah Sepi Perubahan

Dalam perjalanannya, Kangen Band mengalami beberapa kali bongkar-pasang personel.

Formasi yang dikenal luas pada era awal mencakup Andika Mahesa (vokal), Dodhy Hardiyanto (gitar), Tama/Rustam Wijaya (gitar), Bebe/Novri Azwar (bass), Izzy (keyboard), serta Baim pada drum. Susunan personel kemudian mengalami berbagai perubahan dari waktu ke waktu.

Perubahan personel tidak serta-merta menghentikan perjalanan grup. Kangen Band terus melahirkan karya dan mempertahankan basis penggemarnya.

Namun, konflik internal juga sempat membuat perjalanan mereka terhenti.

Delapan Tahun Berjarak

Sebelum pengumuman pembubaran pada 2026, Kangen Band sebenarnya pernah mengalami perpisahan panjang.

Band ini sempat bubar dan menjalani masa vakum sekitar delapan tahun. Pada periode tersebut, hubungan sejumlah personel, termasuk Dodhy dan Andika, juga sempat mengalami persoalan.

Titik balik datang ketika Dodhy dan Andika kembali berada di satu panggung dalam rangkaian Synchronize Fest 2019. Pertemuan tersebut kemudian membuka kembali komunikasi yang sempat terputus.

Dodhy sempat mengaku ragu untuk kembali bekerja sama dengan Andika. Namun, perubahan sikap dan komunikasi yang semakin baik perlahan menghapus keraguan tersebut.

Akhirnya, Kangen Band kembali dengan formasi yang diperkuat Andika, Dodhy, Izzy, Tama dan Bebe. Mereka bahkan menggelar konser reuni pada Desember 2020.

Momen tersebut menjadi salah satu bagian paling emosional dalam perjalanan mereka. Andika bahkan menangis ketika membawakan lagu “Tentang Aku, Kau dan Dia”, karena tidak menyangka dapat kembali bermusik bersama teman-temannya setelah delapan tahun berpisah.

Tegaskan Tak Akan Bubar

Menariknya, beberapa tahun sebelum kabar terbaru ini, Dodhy pernah menegaskan bahwa Kangen Band tidak akan bubar.

Pada 2024, ketika dirinya membuat proyek musik lain, Dodhy mengatakan Kangen Band masih aktif dan hanya sempat tidak mengambil pekerjaan karena kesibukan Andika. Saat itu ia bahkan menegaskan bahwa Kangen Band tidak akan bubar.

Harapan tersebut kembali terdengar pada Synchronize Festival 2025. Kangen Band tampil dengan personel lengkap, sementara Andika menyebut kebersamaan dengan Dodhy sebagai sebuah sejarah dan berharap Kangen Band tidak bubar lagi.

Karena itu, pengumuman Dodhy pada 12 September 2026 terasa semakin mengejutkan.

Nostalgia Indonesia

Kangen Band pernah mendapat berbagai label dan sindiran. Namun, Dodhy justru menganggap perjalanan tersebut sebagai bagian dari proses mereka.

Dalam perjalanannya, lagu-lagu seperti “Penantian Yang Tertunda”, “Tentang Bintang”, “Doy”, “Yolanda” dan “Tentang Aku, Kau dan Dia” melekat kuat dengan ingatan satu generasi pendengar musik Indonesia. Kompas mencatat bagaimana karya mereka bahkan lebih dulu menyebar dari tangan ke tangan dan diputar di angkot-angkot Lampung sebelum akhirnya mereka masuk industri rekaman.

Kini, setelah lebih dari 20 tahun sejak berdiri, perjalanan itu kembali memasuki titik yang tidak pernah mudah bagi sebuah grup musik, yakni perpisahan.

Bagi Kangen Band, perjalanan tersebut bukan hanya tentang album, panggung dan popularitas. Ada cerita tentang anak-anak muda dari Lampung yang bermimpi menjadi musisi, bekerja serabutan demi bisa menyewa studio, menggandakan CD sendiri, menyebarkan lagu melalui angkot, menembus Jakarta, menikmati popularitas, menghadapi konflik, berpisah, kemudian kembali bersama.

Dan kini, keputusan pembubaran yang diumumkan Dodhy menjadi lembaran baru dari kisah panjang tersebut.

Kangen Band mungkin telah sampai di penghujung perjalanan sebagai sebuah grup, tetapi lagu-lagunya telah lebih dahulu menjadi bagian dari perjalanan hidup para pendengarnya. (*)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close