SMARTNEWS.ID – Kualitas kepemimpinan Kepala Desa dan Lurah menjadi faktor penentu utama dalam mendorong kemajuan serta kesejahteraan masyarakat. Peran figur pimpinan di tingkat akar rumput ini dinilai jauh melampaui keberadaan potensi sumber daya alam maupun ketersediaan infrastruktur semata.
Hal tersebut ditegaskan oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat memimpin Rapat Optimalisasi dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Program Desaku Maju di Mahan Agung, Bandar Lampung, Jumat, 23 Oktober 2026.
Dalam kesempatan itu, Gubernur memberikan apresiasi langsung kepada para pemenang Lomba Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2026 yang berhasil menembus babak final penilaian tingkat nasional.
Gubernur menggarisbawahi bahwa dari total 2.449 desa dan 205 kelurahan yang tersebar di seluruh Provinsi Lampung, keberhasilan suatu wilayah sangat bergantung pada kepekaan, motivasi, serta seni memimpin dari para kepala desa dan lurah dalam merangkul masyarakat.
“Infrastruktur dan potensi desa bisa relatif sama, tetapi yang membedakan desa itu maju atau tidak adalah kualitas kepemimpinannya. Pemimpin yang memiliki jiwa melayani, inovasi, dan cinta rakyatnya akan membawa dampak nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat sehari-hari,” ujar Gubernur.
Sebagai bentuk motivasi, Pemerintah Provinsi Lampung menyoroti keunggulan dua wilayah perwakilan Lampung yang berlaga di tingkat nasional, yakni:
1. Desa Karang Pucung (Kecamatan Way Sulan, Kabupaten Lampung Selatan): Juara I Lomba Desa Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2026 ini dinilai proaktif dalam membangun kemandirian ekonomi melalui BUMDes yang sukses menyuplai komoditas pangan lokal secara mandiri. Atas capaian tersebut, Gubernur menjanjikan alokasi bantuan unit dryer (mesin pengering), mesin pembuat pakan ternak, serta rice milling unit (mesin pengolahan beras) untuk dikelola oleh BUMDes Karang Pucung tahun ini guna memperkuat rantai produksi pangan desa.
2. Kelurahan Gedung Air (Kecamatan Tanjung Karang Barat, Kota Bandar Lampung): Juara I Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2026 ini sukses menggerakkan partisipasi dan jiwa gotong royong warga perkotaan. Keberhasilan tersebut terbukti dari terhimpunnya donasi swadaya masyarakat sebesar Rp1,3 miliar yang dialokasikan untuk pembebasan lahan pemakaman umum.
Gubernur berharap rekam jejak dan prestasi kedua wilayah ini dapat menjadi role model (percontohan) bagi seluruh kepala desa dan lurah se-Provinsi Lampung. Ia juga optimistis perwakilan Lampung tersebut mampu meraih predikat terbaik pada evaluasi di tingkat nasional. (***)