Nasional & Internasional

Catatan Guru Lampung Ikuti Pelatihan di Tiongkok (2)

Maya Trisia Wardani, S.Si., M.M - Guru IPA SMPN 33 Bandar Lampung

Di awal musim semi ini, suhu udara di Negara China masih terasa dingin. Pada minggu kedua kami berada di Republik Rakyat Tiongkok, kesehatan beberapa teman sudah banyak yang menurun.

Perjalanan setiap hari menuju tempat belajar yang banyak dilakukan berjalan kaki harus ditempuh pada suhu udara berkisar antara 4o C sampai dengan 12o C, masih merupakan suhu yang relatif dingin bagi tubuh tropis kami.

Penyesuaian suhu tubuh dengan cuaca baru, yang kurang diimbangi dengan asupan makanan sehat serta istirahat yang baik, akan membuat stamina cepat menurun. Beruntung, kampus CUMT (China University of Mining and Technology) agak berdekatan dengan rumah sakit Xu Zhou, yang siap melayani kebutuhan akan kesehatan warga.

School Visit: to Nanhu Campus

Kegiatan minggu ini diawali dengan School Visit atau kunjungan ke Nanhu Campus, salah satu kampus dari CUMT, terletak agak berjauhan dengan kampus tempat kami belajar sehari-hari.

Gedung ini merupakan gedung baru, sampai saat ini pun kegiatan renovasi masih terus dilanjutkan. Perjalanan ke sana menggunakan bus, dengan memakan waktu selama kurang lebih dua puluh menit.

Menurut Mr Yuan Jingyu, pemateri hari ini, yang juga menjabat sebagai Deputy Directory of Jiangsu Provincial Government, Jiangsu dapat diberi julukan sebagai kota pendidikan.

Dia mengumpamakan, bahwa jika orang berkunjung ke kota Shanghai, maka dia akan mencari pakaian, jika orang berkunjung ke kota Beijing, maka yang dicari adalah sepatu dan segala pernak-perniknya.

Sementara jika orang berkunjung ke Jiangsu, maka yang akan dicari adalah tentang metode pembelajaran, serta inovasi terbaru di bidang pendidikan. Maka sungguh upaya yang tepat, bagi Pemerintah Indonesia dalam mengirimkan guru-guru terbaiknya untuk mempelajari banyak hal berkaitan kemajuan dunia pendidikan.

Dalam bidang pendidikan, pemerintah Jiangsu mengedepankan beberapa hal, meliputi patriotisme, education for common, serta creativity. Patriotisme artinya, adalah bahwa setinggi apapun kita belajar dan di negara manapun itu pun, orientasi kita tetaplah untuk memajukan tanah air.

Sementara Education for common, berarti bahwa pendidikan lebih diutamakan bagi orang orang kebanyakan, merupakan populasi terbesar dari negara. Lalu Creativity berarti; bahwa pendidikan sejatinya adalah dapat membentuk manusia yang lebih kreatif, agar kemajuan dalam pendidikan tercapai.

Pemerintah China pun mengedepankan akan adanya keseimbangan antara ‘persiapan untuk hidup’ dengan ‘menghidupkan hidup itu sendiri’, bagi para peserta didik.

Hari berikutnya, kegiatan kami yang dimulai pada pukul 09.00 bertempat di theater class, dengan materi Reformation and Development of Education, The Teaching Principal to Inquiry Language Class, dibawakan Ms. Dong Mei Yu, seorang Vice President di sekolah International Primary.

Materi yang dipresentasikan selama 3 jam, membuat kami dapat menarik kesimpulan, bahwa pendidikan dasar di China sudah mengaplikasikan beberapa teori pembelajaran yang sesuai dengan abad 21, yaitu Inquiry, Problem Based Learning serta Joyfull Learning. Materi sesulit apapun, jika dapat dibawakan dengan menyenangkan, maka akan mendapatkan hasil yang optimal.

Kunjungan ke Laboratorium Universitas Pertambangan dan Teknologi

Di siang harinya, yaitu pukul 14.00, kami kembali mengunjungi CUMT campus baru, untuk melihat aplikasi dari ICT pada pembelajaran berbasis STEM. Di kampus baru tersebut, kami diajak berkeliling laboratorium teknik yang dinamakan National Research Center of Coal Processing and Cleaning Engineering Technology dan State Key Laboratory of Deep Geotechnical Mechanics and Underground Engineering.

Kedua laboratorium ini memiliki fungsi yang berbeda. Di National Research Center of Coal Processing and Cleaning Engineering Technology, kami mengunjungi tempat penggalian tanah yang dapat mencapai kedalaman 4000 meter di bawah permukaan tanah, serta simulasi alat alat berat lainnya.

Penggalian tanah dilakukan untuk mendapatkan bahan tambang berupa batu bara. Di China, batu bara merupakan barang tambang andalan negara. Karena itu, para mahasiswa yang sedang belajar di Universitas Pertambangan dan Teknologi ini, banyak dibekali dengan ilmu mengenai alat-alat pendukung pertambangan.

Setiap perlakuan terhadap batuan, menempati ruang yang berbeda. Contohnya ruang untuk menguji triaxial batu adalah Ruang TATW-2000 for System for Rock Triaxial Test. Sementara ruang untuk menguji sistem material batu adalah ruang MTS-816 for Material Testing System. Demikian seterusnya.

Sementara untuk State Key Laboratory of Deep Geotechnical Mechanics and Underground Engineering, adalah laboratorium teknik yang digunakan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pelajaran atau simulasi mengenai alat berat yang digunakan untuk mengidentifikasi batuan mineral yang diinginkan.

Laboratorium laboratorium ini, memudahkan para mahasiswa untuk mengenal lebih jauh tentang alat-alat yang dapat mereka pergunakan saat terjun ke dunia kerja kelak.

Visiting School Wang Jie Primary School

Hari berikutnya, Kegiatan kali ini adalah kunjungan ke sekolah dasar, namanya Wang Jie Primary School, atau sekolah dasar Wang Jie. Sekolah ini kabarnya adalah sekolah unggulan di propinsi Jiangsu.

Saat memasuki pintu gerbang kami disambut oleh para dewan guru dan para siswa kelas atas. Halaman yang dibuat serupa stadion olah raga, membuat kami kagum akan implementasi kesehatan raga atau olah raga di sekolah ini.

Pemandangan berikutnya adalah sebuah patung pahlawan yang sengaja diletakkan di depan, untuk selalu mengingatkan para warga sekolah akan jasa serta semangat juang pahlawannya.

Hal ini juga yang patut dijadikan contoh, bagaimana mereka sangat menghargai jasa para pahlawannya, terlihat dari hampir sebagian besar sudut di sekolah ini memajang foto para pahlawannya serta deskripsi singkat tentang kehidupannya.

China adalah negara yang besar, karena negara yang besar adalah negara yang menghargai jasa para pahlawannya. Visi sekolah ini adalah Make Impossible Possible, jadi sekolah akan memfasilitasi semua harapan siswa nya untuk menjadi yang terbaik di bidang nya masing-masing, membuat semua mimpi yang semula tidak mungkin menjadi mungkin.

Pada kunjungan ini, kami memasuki dua kelas. Pertama kelas puisi, dibimbing oleh Mrs. Chrn Nah, serta kelas sejarah oleh Mrs. Dong Mei Yu. Pemilihan dua bidang studi ini sebagai percontohan pembelajaran.

Karena pada umumnya, guru saat menyampaikan materi dari dua bidang studi ini, terkesan masih sangat konvensional dan membosankan sehingga siswa cenderung sulit serta enggan untuk memahaminya.

Penyampaian materi puisi diawali dengan pembukaan oleh guru dengan menyampaikan judul dan kegiatan yang akan dilakukan. Sampai tahap ini, masih relative sama dengan rutinitas yang dilakukan sebagian guru.

Tahap berikutnya membuat kami, harus memperhatikan dengan seksama dan penuh rasa takjub, karena awal kegiatan, rupanya guru telah memilih ‘tim ahli’ yang terdiri dari 5 orang, yaitu siswa yang memiliki pemahaman lebih cepat di kelas tersebut untuk memimpin jalannya pembelajaran.

Secara bergilir, para tim ahli membacakan instruksi bagi teman-temannya untuk menelaah puisi yang mereka bacakan secara sepotong-sepotong. Setiap siswa yang berjumlah 50 orang tersebut mendapat giliran untuk mengungkapkan perasaannya tentang puisi tersebut.

Beragam ekspresi yang ditampakkan saat mengemukakan pendapatnya, namun tetap rapi dan teratur, karena sebelum menjawab atau menyatakan pendapatnya, siswa selalu melambaikan tangannya.

Dan jika saat bicara ada temannya yang telah lebih dulu berbicara, maka siswa tersebut akan langsung menghentikan ucapannya. Sebuah system yang seolah sudah terprogram bagi anak anak tersebut, bahwa tidak boleh bicara saat ada orang lain bicara, dan bersedia antri menunggu giliran untuk berbicara.

Pembelajaran dibantu oleh papan tulis dua fungsi. Yaitu papan tulis yang memiliki sisi berbeda. Sisi kanan dan kiri, untuk penulisan konvensional menggunakan kapur tulis, serta bagian tengah merupakan layar monitor yang telah terhubung dengan system pembelajaran sekolah.

Pada layar monitor terdapat menu-menu pilihan pembelajaran, yang dikendalikan oleh guru di depan kelas, sementara papan tulis digunakan untuk menerangkan hal hal sulit bagi siswa. Penggunaan media papan tulis dan layar monitor ini juga merupakan gabungan dari penggunaan teknologi dan budaya yang terus dijaga.

Penulisan Bahasa di sekolah hampir seluruhnya menggunakan Bahasa kanji/kanton, sehingga sulit untuk menemukan tulisan latin seperti umumnya yang dapat kita baca. Hal ini juga menunjukkan betapa kuatnya rasa untuk terus menjaga peradaban dan budaya lokal mereka.

Setelah semua siswa dapat menyampaikan pendapatnya, maka dilakukan penilaian untuk setiap siswa dari setiap siswa juga. Dengan menggunakan cara, mereka menuliskan angka pada alat semacam remote control yang dimiliki oleh masing-masing siswa.

Demikian juga saat melakukan pengerjaan soal, guru menayangkan soal di layar monitor, siswa diberi kesempatan untuk menjawab, kembali menggunakan alat semacam remote control tersebut, untuk memberi jawaban dari soal pilihan ganda.

Setelah hampir 10 soal dijawab, pada layar monitor akan langsung terdata 3 siswa yang mendapatkan nilai tertinggi, serta kalkulasi jawaban setiap murid. Hal ini dapat sekaligus digunakan sebagai alat untuk menganalisis soal bagi para guru.

Semua proses pembelajaran ini, menunjukkan telah adanya perhatian dari pemerintah tentang kemajuan dunia pendidikan, dengan menyedikan fasilitas teknologi yang memadai bagi pembelajaran di sekolah dari mulai tingkat dasar hingga menengah.

Inilah perwujudan dari pembelajaran STEM sesungguhnya, bahwa pemanfaatan teknologi dan komunikasi sudah sangat terintegrasi dengan pembelajaran, dan bukan lagi merupakan hal yang terpisah-pisah.

Untuk diketahui, Maya Trisia Wardani, S.Si., M.M, mengikuti Training Program in China for Excellent Teachers of MOEC Republik of Indonesia, atas kerjasama antara pemerintah Republik Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok, berlangsung tanggal 26 Februari hingga 27 Maret 2019. (yus)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close