Humaniora

Stasiun Internasional Pengamatan Bulan Itera Ditarget Berfungsi Sebelum Ramadan

Proses pembangunan Stasiun Internasional Pengamatan Bulan atau International Moon Sighting Station (IMSS), di Kampus Itera, Senin (21/2/2021). ISTIMEWA

SMARTNEWS.ID — Rektor Institut Teknologi Sumatera Prof. Ir. Ofyar Z Tamin, M.Sc., Ph.D.,IPU, meninjau lokasi pembangunan Stasiun Internasional Pengamatan Bulan atau International Moon Sighting Station (IMSS), di Kampus Itera, Senin (21/2/2021).

IMSS yang dibangun atas kerja sama Itera dan produsen teleskop robotic asal Jerman, ASTELCO akan dilengkapi sebuah teleskop dengan teknologi canggih dan merupakan jenis robotic telescope yang dapat bekerja secara otomatis dalam melakukan pengataman bulan.

Saat ini, pembangunan stasiun pengamatan bulan tersebut telah memasuki perakitan tower atau menara sebagai tempat memasang teleskop. Menara tersebut dilengkapi dengan kuba sebagai penutup yang dapat membuka dan menutup secara otomatis, sesuai kebutuhan. Tahapan selanjutnya adalah pemasangan teleskop yang akan diinstal langsung oleh tenaga ahli ASTELCO, dari Jerman.

Kepala UPT Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL), Dr. Hakim L Malasan, dalam kesempatan sebelumnya menyebut, Itera beruntung karena menjadi salah satu tempat yang akan menjadi pusat pengamatan bulan internasional.

Stasiun pengamatan tersebut termasuk ke dalam projek besar yang sedang dikerjakan ASTELCO di beberapa negara di dunia. Sebanyak 14 stasiun pengamatan serupa didirikan di beberapa negera di dunia, seperti Saudi Arabia dan Maroko, dan kini salah satunya akan berada di Itera Lampung.

Hakim menargetkan, stasiun pengamatan bulan tersebut sudah dapat berfungsi sebelum Ramadhan tahun ini. First light atau cahaya pertama yang melalui teropong dan dapat ditangkap oleh sistem diharapkan bisa terjadi 7 sampai 10 hari sebelum tanggal 1 Ramadhan. (RUD)

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close