SMARTNEWS.ID – Kemudahan berinvestasi melalui berbagai aplikasi digital membuka peluang besar bagi generasi muda untuk mulai mengelola keuangan sejak dini. Namun, di tengah maraknya platform investasi, ancaman investasi ilegal dan rendahnya literasi keuangan masih menjadi tantangan yang perlu diantisipasi.
Berangkat dari kondisi tersebut, tim dosen Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menggelar pelatihan bertajuk “Pelatihan Literasi Investasi Pasar Modal bagi Siswa SMKN 4 Bandar Lampung di Era Ekonomi Digital” sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan membekali siswa dengan pemahaman mengenai investasi yang aman, legal, dan bertanggung jawab.
Puluhan siswa dari berbagai kompetensi keahlian mengikuti pelatihan dengan antusias. Selain mendapatkan materi dasar mengenai pasar modal, peserta juga dikenalkan berbagai instrumen investasi seperti saham, reksa dana, dan obligasi sebagai bekal menghadapi dunia kerja sekaligus membangun kemandirian finansial.
Ketua pelaksana kegiatan, Dr. Supri Yanto, A.Md., S.A.B., M.Si, mengatakan perkembangan teknologi membuat akses terhadap investasi semakin mudah. Namun, kemudahan tersebut harus diimbangi dengan kemampuan memahami risiko dan memilih instrumen investasi yang legal.
“Anak-anak muda saat ini sangat dekat dengan teknologi digital, termasuk aplikasi investasi. Karena itu, mereka perlu dibekali literasi keuangan agar mampu memahami cara kerja pasar modal, mengenali risiko, serta tidak mudah tergiur tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan instan,” ujarnya, Senin, 27 Juli 2026.
Menurut Supri, siswa SMK merupakan generasi produktif yang dalam waktu dekat akan memasuki dunia kerja maupun dunia usaha. Oleh sebab itu, kemampuan mengelola keuangan dan memahami investasi menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki.
“Materi disampaikan secara komunikatif sehingga mudah dipahami siswa, termasuk mereka yang belum pernah mempelajari ekonomi maupun investasi sebelumnya,” kata dia.
Anggota tim pengabdian, Putri Irmala Sari, S.A.B., M.Si, menambahkan bahwa meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya investasi ilegal yang banyak dipromosikan melalui media sosial.
“Banyak kasus penipuan berkedok investasi yang menyasar kalangan muda karena tergiur keuntungan besar dalam waktu singkat. Melalui pelatihan ini kami ingin siswa lebih kritis, mampu membedakan investasi resmi dan ilegal, serta mengambil keputusan keuangan secara bijak,” jelasnya.
Ia mengatakan, pendekatan pembelajaran dibuat lebih interaktif agar siswa lebih mudah memahami materi dan tidak menganggap investasi sebagai sesuatu yang rumit.
Sementara itu Kepala SMKN 4 Bandar Lampung, Dr. Dewi Ningsih, M.Pd, menyambut baik pelatihan tersebut. Menurutnya, penguatan literasi keuangan menjadi bekal penting bagi siswa untuk menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.
Ia sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan wawasan yang sangat relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini.
Siswa tidak hanya dipersiapkan menjadi lulusan yang kompeten di bidang keahlian, tetapi juga memiliki kecakapan dalam mengelola keuangan secara cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.
“Harapan kami, ilmu yang diperoleh hari ini menjadi bekal agar mereka mampu mengambil keputusan finansial yang tepat, terhindar dari investasi bodong, serta tumbuh menjadi generasi yang mandiri dan siap menghadapi era ekonomi digital,” ujarnya. (***)